FKH Unud Gelar Penanggulangan Dermatitis dan Pengendalian Rabies di Desa Sedang

Mangupura, Spotbalinews.com-
Dekan Fakultas Kedokteran Hewan, Prof. Dr. drh. I Nyoman Suartha, M.Si, resmi membuka kegiatan Program Udayana untuk Masyarakat (PUMA) yang bertempat di Desa Sedang, Kamis (25/08), Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali. Kegiatan ini berlangsung tepatnya di Taman Kanak-Kanak Gatot Kaca dan merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat oleh civitas akademika Universitas Udayana sebagai perwujudan peran dan tanggung jawab lembaga perguruan tinggi dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.

Program Udayana untuk Masyarakat ini mengambil sebuah tema, yakni “Penanggulangan Dermatitis dan Pengendalian Rabies melalui Kontrol Populasi Anjing di Desa Sedang dalam Upaya Mendukung Desa Sedang sebagai Desa Wisata.” Sesuai dengan tema yang diambil, program ini dilaksanakan dengan berbagai bentuk kegiatan yang meliputi edukasi rabies, kontrol populasi, pengobatan dermatitis menggunakan herbal, sterilisasi dan kastrasi hewan kesayangan, serta vaksinasi rabies. Dalam pelaksanaan serangkaian kegiatan tersebut, Universitas Udayana melakukan kolaborasi dengan sejumlah lembaga terkait, di antaranya Yayasan Sheva Buana, Anom Vet, serta Forum Dokter Hewan Peduli.

Sebelum memulai rangkaian kegiatan, para mahasiswa koas dibagi menjadi empat banjar, yaitu Banjar Aseman, Banjar Sedang, Banjar Sigaran, dan Banjar Kukipan. Terdapat kelompok yang ditempatkan di Taman Kanak-Kanak Gatot Kaca di mana kegiatan sterilisasi, kastrasi, dan vaksinasi berlangsung. Warga setempat datang ke tempat tersebut dengan membawa hewannya masing-masing. Pembagian ini bertujuan untuk memudahkan pendataan dan pemberian vaksinasi kepada hewan yang dimiliki oleh masyarakat. Selain itu dilakukan pula penandatanganan Surat Implementasi Kerja Sama antara Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung sebagai bukti pelaksanaan Program Kerja Sama antar Institusi.

Program edukasi seputar rabies diberikan oleh Dosen FKH UNUD kepada anak-anak TK Gatot Kaca, Desa Sedang. Hal ini sangat penting terutama pada anak-anak yang memiliki hewan peliharaan serta tinggal di daerah yang berisiko tinggi digigit anjing liar. Sebab, rabies lebih rentan menyerang anak-anak dibandingkan orang dewasa. Dengan diberikannya edukasi ini, diharapkan anak-anak mampu lebih waspada dan berhati-hati saat bertemu atau bermain dengan hewan yang berpotensi terjangkit rabies seperti anjing dan kucing.

Program Udayana untuk Masyarakat mendapatkan banyak respon positif dari masyarakat setempat. Hal tersebut ditunjukkan dari banyaknya masyarakat yang berpartisipasi dalam serangkaian kegiatan yang dilaksanakan. Sedari pagi bahkan sebelum kegiatan dibuka, masyarakat sekitar telah memenuhi tempat berlangsungnya kegiatan dengan membawa hewan peliharaan mereka. Kegiatan berlangsung dalam satu tempat di Taman Kanak-Kanak Gatot Kaca yang dimana memiliki sebuah tempat luas sebagai lokasi penyuluhan kepada masyarakat.

Tujuan dari para yang warga datang adalah untuk mendapatkan pelayanan yang dapat diberikan kepada hewan peliharaannya. Sebagian besar masyarakat datang guna mendapatkan suntikan vaksin rabies serta untuk mensterilisasi atau mengkastrasi hewan peliharaannya. Pemberian vaksinasi ini dilakukan oleh para mahasiswa koas Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, yang tentunya telah mumpuni di bidangnya. Selain diberikan vaksin, masyarakat juga diberikan sampo yang bermanfaat bagi hewan peliharaan mereka.

Sebelum memulai rangkaian kegiatan, para mahasiswa koas dibagi menjadi empat banjar, yaitu Banjar Aseman, Banjar Sedang, Banjar Sigaran, dan Banjar Kukipan. Terdapat kelompok yang ditempatkan di Taman Kanak-Kanak Gatot Kaca di mana kegiatan sterilisasi, kastrasi, dan vaksinasi berlangsung. Warga setempat datang ke tempat tersebut dengan membawa hewannya masing-masing. Pembagian ini bertujuan untuk memudahkan pendataan dan pemberian vaksinasi kepada hewan yang dimiliki oleh masyarakat. Selain itu dilakukan pula penandatanganan Surat Implementasi Kerja Sama antara Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung sebagai bukti pelaksanaan Program Kerja Sama antar Institusi.

Program edukasi seputar rabies diberikan oleh Dosen FKH UNUD kepada anak-anak TK Gatot Kaca, Desa Sedang. Hal ini sangat penting terutama pada anak-anak yang memiliki hewan peliharaan serta tinggal di daerah yang berisiko tinggi digigit anjing liar. Sebab, rabies lebih rentan menyerang anak-anak dibandingkan orang dewasa. Dengan diberikannya edukasi ini, diharapkan anak-anak mampu lebih waspada dan berhati-hati saat bertemu atau bermain dengan hewan yang berpotensi terjangkit rabies seperti anjing dan kucing.

Program Udayana untuk Masyarakat mendapatkan banyak respon positif dari masyarakat setempat. Hal tersebut ditunjukkan dari banyaknya masyarakat yang berpartisipasi dalam serangkaian kegiatan yang dilaksanakan. Sedari pagi bahkan sebelum kegiatan dibuka, masyarakat sekitar telah memenuhi tempat berlangsungnya kegiatan dengan membawa hewan peliharaan mereka. Kegiatan berlangsung dalam satu tempat di Taman Kanak-Kanak Gatot Kaca yang dimana memiliki sebuah tempat luas sebagai lokasi penyuluhan kepada masyarakat.

Tujuan dari para yang warga datang adalah untuk mendapatkan pelayanan yang dapat diberikan kepada hewan peliharaannya. Sebagian besar masyarakat datang guna mendapatkan suntikan vaksin rabies serta untuk mensterilisasi atau mengkastrasi hewan peliharaannya. Pemberian vaksinasi ini dilakukan oleh para mahasiswa koas Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, yang tentunya telah mumpuni di bidangnya. Selain diberikan vaksin, masyarakat juga diberikan sampo yang bermanfaat bagi hewan peliharaan mereka.

Sedangkan untuk kegiatan sterilisasi dan kastrasi ditangani oleh para dokter hewan yang tergabung dalam Forum Dokter Hewan Peduli dan Anom Vet. Adanya sterilisasi dan kastrasi ini bertujuan untuk mengendalikan populasi anjing dan kucing yang sekarang ini tingkat keberadaannya cukup tinggi di lingkungan masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut dapat mengurangi perilaku agresif serta mengurangi risiko gangguan prostat pada hewan kesayangan.

Dengan dilakukannya program penyuluhan ini, diharapkan setiap masyarakat mendapatkan edukasi tentang betapa pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan, mengontrol populasi hewan kesayangan agar tidak terjadi over populasi serta diharapkan pula mampu mencegah penyebaran penyakit rabies dan dermatitis pada hewan kesayangan di Desa Sedang, Badung. Semoga Desa Sedang, Badung dapat menjadi desa wisata yang dapat bermanfaat bagi masyarakatnya sendiri dan bagi para pengunjung. (Sbn)
Sumber : www.unud.ac.id

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.