Stikom
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Perbankan » Gali Potensi Bali Melalui Lokakarya BI Wilayah Propinsi Bali ke Yogyakarta

Gali Potensi Bali Melalui Lokakarya BI Wilayah Propinsi Bali ke Yogyakarta

(304 Views) April 26, 2019 3:57 pm | Published by | No comment
Bank Indonesia Wilayah Provinsi Bali menggelar Lokakarya Kebangsentralan dan Kehumasan Bank Indonesia Wilayah Provinsi Bali mulai 26 sampai 28 April di Yogyakarta.

Yogyakarta (SpotBaliNews) –
Bank Indonesia Wilayah Provinsi Bali menggelar Lokakarya Kebangsentralan dan Kehumasan Bank Indonesia Wilayah Provinsi Bali mulai 26 sampai 28 April di Yogyakarta. Lokakarya diikuti puluhan wartawan yang selama ini banyak berkecimpung dalam liputan bidang ekonomi dan bisnis.

Menurut Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Bali, Causa Iman Karana, Jumat (26/4) di Yogyakarta, pihaknya sengaja mengajak pers Pulau Dewata belajar mengetahui pengelolaan desa wisata Yogyakarta.

“Berkat kekompakan masyarakat yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) obyek wisata desa Yogyakarta semakin menggeliat,” katanya.

Lanjutnya, Bumdes Bali optimis dapat mengembangkan obyek wisata yang belum tergali potensinya, mengingat beragam keunggulan dan keunikannya. Upaya itu dalam menumbuhkan perekonomian Bali yang berkelanjutan dan inklusif yang melibatkan semua komponen masyarakat.

Sementara ini, pihaknya mendorong pengembangan Desa Wisata Tampaksiring. 
Pemilihan Desa Tampaksiring mengingat lokasinya tidak jauh dengan Klaster Padi Pulagan yang merupakan binaan KPwBI Provinsi Bali.  

Selain itu, Desa Tampaksiring juga memiliki objek wisata Pura Tirta Empul dan Istana Presiden. “Tampaksiring mempunyai potensi seni, adat dan budaya yang masih kental. Ditunjang dengan potensi sumber daya alam dan potensi kerajinan yang berkualitas ekspor, pengembangan Desa Wisata Tampaksiring akan kami buat terintegrasi dengan agrowisata Pulagan,” jelasnya. 

Terlebih, Bali merupakan daerah tujuan wisata utama di Indonesia dan menjadi salah satu destinasi tujuan wisata dunia. Pariwisata adalah lokomotif ekonomi Bali berkat keindahan alam dan seni budaya serta keramahtamahan penduduknya. Provinsi Bali sebagai tempat tujuan wisata menyumbang 40% devisa negara yang diperoleh dari sektor pariwisata.

Ekonomi Bali di tahun 2018 mengalami akselerasi kinerja dengan tumbuh sebesar 6,35% (yoy), lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi tahun 2017 sebesar 5,57% (yoy). Kinerja ekonomi Bali pada triwulan I 2019 diprakirakan tetap tumbuh kuat, dengan kisaran 6,10%-6,50% (yoy), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (triwulan I 2018) sebesar 5,75% (yoy).

Dinamika inflasi Bali selama 5 tahun terakhir (2014 s/d 2018) menunjukkan bahwa inflasi Bali relatif lebih rendah dibanding inflasi Nasional. Rata-rata inflasi Bali selama 5 tahun terakhir tercatat sebesar 4,17% (yoy), lebih rendah dibandingkan rata-rata realisasi inflasi Nasional pada periode yang sama, yang sebesar 4,29% (yoy). Inflasi Bali pada Maret 2019 tercatat sebesar 1,85% (yoy), dan hingga akhir tahun 2019 diperkirakan terjaga sesuai target pada kisaran 3,5 + 1%.
Sejumlah tantangan yang dihadapi ekonomi Bali ke depan, antara lain tingginya ketergantungan ekonomi Bali pada bidang usaha pariwisata, turunnya kualitas wisman serta tingginya alih fungsi lahan.

Pada saat ini hampir semua wilayah di Pulau Bali melakukan pembangunan yang berorientasi pada sektor wisata. Orientasi masyarakat di Bali telah berubah dari yang semula merupakan masyarakat agraris dengan mata pencaharian sebagai petani menjadi masyarakat pelaku penyedia tempat wisata.

Untuk itu, KPwBI Provinsi Bali berupaya meningkatkan produksi dan kapasitas UMKM yang berpotensi ekspor atau berpotensi menunjang sektor pariwisata. Salah satunya adalah pengembangan gula semut di Jembrana dan desa wisata Tampaksiring.

KPwBI Provinsi Bali mulai mengidentifikasi pengembangan gula semut di Desa Pendem, Jembrana. Kelompok Mawar Bali, terdiri dari petani gula kelapa sejumlah 20 orang yang berada di sekitar Bukit Mawar, Desa Pendem, Jembrana akan dibina oleh KPwBI Provinsi Bali untuk menghasilkan produk gula semut berkualitas ekspor. Untuk itu, petani gula kelapa tersebut diajak mengikuti kunjungan belajar ke Yogyakarta. Kunjungan belajar ke Yogyakarta selain untuk meningkatkan produksi, juga melihat peluang pasar untuk ekspor. Hasil ini diharapkan dapat berdampingan dengan hilirisasi produk coklat dan kopi.

Dalam lokakarya itu, peserta di hari pertama mengunjungi sejumlah objek wisata di kawasan Gunung Kidul dan objek wisata di kawasan kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Yang menarik sebagian besar objek yang dikunjungi berada di dalam kawasan hutan lindung milik Perhutani. “Warga melalui BUMDes setempat diberi peluang untuk mengelola objek wisata dengan mamanfaatkan kawasan hutan pinus yang ada,” jelas salah seorang pemandu wisata.

Dikatakan ribuan hektar lahan Perhutani yang berisi tanaman pinus, kayu putih dan pohon mahoni kini dikembangkan sebagai objek wisata alam tanpa menggangu habitat hutan. Menurutnya, ada sekitar 16 objek wisata yang kini tumbuh dan berkembang cukup bagus di kawasan berbukit itu. Masing-masing objek dikelola BUMDes setempat. “Kami masyarakat di sini sangat merasakan dampak dari pariwisata yang makin tumbuh ini,” jelasnya.

Dikatakan di kawasan itu sebelumnya warga hanya hidup dari bercocok tanam ubi kayu dan tanaman nanas. Sehingga ubi kayu menjadi salah satu makanan pokok warga setempat.

Namun dengan adanya pariwisata, kini warga banyak yang beralih terjun ke sektor jasa tersebut. Seperti di Hutan Pinus Becici selain ada rumah Rumah Hobit yang berlokasi di Desa Mangunan Kecamatan Dlingo juga warga mengembangkan atraksi wisata Jeep DAC (Dlingo Adventure Community). Kegiatan adventure dengan sarana jeep terbuka menyusuri jalan berbukit dan curam ini menjadi salah satu atraksi yang menarik dan banyak peminatnya. “Untuk satu paket petualang, sewa jeep Rp350 ribu untuk empat penumpang,” jelas driver Jeep DOC yang mengantar rombongan wartawan. Selain wisata di hutan, di kawasan ini juga ada objek Tebing Watu Mabur, Wisata Seribu Batu Songgolangit, Bukit Lintang Sewu dan menyusuri Objek Wisata Goa Pindul, kecamatan Karang Mojo Kabupaten Gunung Kidul. (aya)

Categorised in:

No comment for Gali Potensi Bali Melalui Lokakarya BI Wilayah Propinsi Bali ke Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *