Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Perbankan » Geliatkan Pariwisata, BI Bali Sinergi dengan Kemenparekraf dan Pemprov Bali Gelar ‘Simakrama Kepariwisataan’ di Karangasem

Geliatkan Pariwisata, BI Bali Sinergi dengan Kemenparekraf dan Pemprov Bali Gelar ‘Simakrama Kepariwisataan’ di Karangasem

(28 Views) Oktober 13, 2020 1:03 pm | Published by | No comment
Kepala KPwBI Propinsi Bali, Trisno Nugroho (tengah), pada acara Simakrama Kepariwisataan di Taman Ujung, Karangasem, Selasa (13/10/2020)

Amlapura (Spotbalinews) –
Guna mensosialisasikan berbagai kebijakan pemerintah yang didedikasikan untuk menggairahkan sektor pariwisata Bali di masa pandemi covid 19, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Propinsi Bali bersinergi dengan Kemenparekraf dan Pemerintah Propinsi Bali menggelar program simakrama kepariwisataan yang dilaksanakan di enam Kabupaten Provinsi Bali yang berlangsung mulai 13 hingga 30 Oktober 2020 yakni Karangasem, Klungkung, Bangli, Gianyar, Tabanan dan Buleleng.

Menurut Kepala KPwBI Propinsi Bali, Trisno Nugroho, pada acara Simakrama Kepariwisataan di Taman Ujung, Karangasem, Selasa (13/10/2020), yang dihadiri Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf, Kurleni Ukar, Wakil Gubernur Bali (Ketua PHRI Bali), Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) , Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Putu Astawa, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Bali, I Ketut Suarjaya, Pjs. Bupati Karangasem, I Wayan Serinah, serta undangan terkait lainnya, dengan moderator Kelompok Ahli Pembangunan Propinsi Bali, I Gde Pitana, simakrama ini sebagai ajang pertemuan antara pemimpin daerah dengan seluruh elemen masyarakat di Bali, guna mempererat jalinan persaudaraan dan silaturahmi dengan mensosialisasikan berbagai kebijakan untuk menggairahkan sektor pariwisata Bali, khususnya di Karangasem di masa pandemi.

“Termasuk membangun spirit dan komitmen bersama seluruh stakeholder pariwisata Bali dalam membangkitkan dan menggairahkan kembali sektor Pariwisata Bali di saat pandemi Covid-19 dengan menerapkan secara sungguh-sungguh protokol kesehatan,” katanya.

Lanjut Trisno, terhentinya aktivitas pariwisata selama triwulan II – 2020 serta adanya pembatasan kegiatan menyebabkan pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II- 2020 mengalami kontraksi yang lebih dalam, yakni sebesar -10,98% (yoy). Dari sisi lapangan usaha, melambatnya pertumbuhan ekonomi Bali bersumber dari terkontraksinya sektor-sektor pendukung pariwisata seperti
akomodasi dan makan minum, transportasi, industri dan perdagangan.

“Indeks Pembangunan Manusia dan PDRB Perkapita di Kabupaten Karangasem terus meningkat. Di sisi lain, Gini ratio Kabupaten tercatat meningkat yang menunjukkan semakin timpangnya tingkat kesejahteraan penduduk di Kabupaten Karangasem,” jelasnya. Kabupaten Karangasem tumbuh 5,50% pada tahun 2019, meningkat dibanding tahun sebelumnya, namun lebih rendah
dibanding pertumbuhan ekonomi Bali. Pangsa ekonomi Kabupaten Karangasem terhadap Bali sebesar 6,77% pada tahun 2019. Lapangan usaha utama di Kabupaten Karangasem yaitu Pertanian (24,61%), Transportasi (17,71%), serta Akmamin (11,76%).

Pada Triwulan III (Agt) 2020, kinerja SSK Kab. Karangasem menunjukkan penurunan tercermin dari kontarkasi DPK dan kredit. Namun demikian, risiko kredit yang tercermin dari NPL masih cukup terjaga di bawah batas aman 5%. Pagu Pendapatan Daerah (APBD) Kab. Karangasem pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp 1,35 triliun. Komponen pendapatan daerah didominasi oleh Dana perimbangan dengan share sebesar 68%.

Persentase realisasi belanja daerah Kab. Karangasem pada periode Agustus 2020 juga tercatat sebesar 63,45%, meningkat
dibandingkan dengan serapan realisasi belanja pada Agt 2019 yang sebesar 45,91%. Hal ini sejalan dengan serapan realisasi pendapatan daerah yang juga mengalami peningkatan di periode yang sama.

“Berdasarkan hasil riset Growth Strategy (2017) dan KPJU (2017), beberapa industri yang potensial menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Karangasem yaitu industri Pemintalan, penenunan dan penyelesaian akhir tekstil serta pariwisata,” imbuhnya.

Beberapa hal juga dibahas dalam Simakrama Kepariwisataan antara lain kebijakan pemerintah pusat terkait bidang perekonomian dan kesehatan dan program pembangunan infrastruktur di Bali. Selain itu juga sosialisasi program hukum Pemerintah Provinsi Bali seperti Perda dan Pergub, program bidang perekonomian pariwisata dan pertanian di Bali, serta sosialisasi informasi terkini bidang ekonomi kreatif di Bali.

Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf, Kurleni Ukar, mengharapkan kegiatan ini sekaligus juga menjadi model dan pilihan baru kepariwisataan Bali terhadap tren penyelenggaraan MICE di alam terbuka di berbagai destinasi wisata di Bali.
“Kami berharap seluruh kegiatan Simakrama dapat berjalan sukses dan lancar dan pariwisata Bali kembali normal dengan menjunjung tinggi implementasi protokol kesehatan menuju era kebiasan baru,” tandasnya.

Simakrama Kepariwisataan juga dimeriahkan beberapa stand binaan BI Bali, serta turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali seperti Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA), Gahawisri, Asosiasi Perusahaan Penyelenggara Pameran dan Konvensi Indonesia (Asperapi), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), dan lainnya.
(Aya)

Categorised in:

No comment for Geliatkan Pariwisata, BI Bali Sinergi dengan Kemenparekraf dan Pemprov Bali Gelar ‘Simakrama Kepariwisataan’ di Karangasem

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *