Geliatkan Pariwisata, KPwBI Bali Launching Kecak New Normal dan QRIS di Uluwatu

Launching Kecak New Normal dan Digitalisasi Sistem Pembayaran Berbasis QRIS”, Sabtu (22/08/2020) di Uluwatu.

Mangupura (Spotbalinews) –

Sejak Juni, Bank Indonesia bersama-sama dengan Pemerintah Daerah serta Perbankan telah melakukan kunjungan ke berbagai tempat di seluruh 9 Kota Kabupaten yang ada di wilayah Bali dalam bentuk rangkaian kegiatan “Road To Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru Di Provinsi Bali”.

Adapun salah satu agenda utamanya adalah dibukanya sektor pariwisata Bali tahap I untuk masyarakat lokal Bali pada 9 Juli 2020 dan dibukanya sektor pariwisata Bali II untuk wisatawan domestik pada 31 Juli 2020 lalu. “Tak terasa sekarang sudah bulan Agustus, dan saya senang dan bangga karena rangkaian tersebut masih terus berlanjut bahkan sekarang dalam periode satu minggu bisa dilaksanakan lebih dari 2 (dua) kegiatan sekaligus,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Propinsi Bali, Trisno Nugroho, pada acara “Launching Kecak New Normal dan Digitalisasi Sistem Pembayaran Berbasis QRIS”, Sabtu (22/08/2020) di Uluwatu. Hadir pada acara tersebut Gubernur Provinsi Bali, Wayan Koster, wakil Gubernur, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, Penglingsir Puru Agung Jro Kuta Denpasar, I Made Sumerta, Kelian Desa Adat Pecatu, I Wayan Sujaka Arianta, Perbekel Desa Pecatu, I Wayan Wijana, Manajer Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu, serta undangan terkait lainnnya.

Lanjut Trisno, hal tersebut menunjukkan betapa besarnya optimisme dan semangat kita semua untuk Bali Bangkit. Tidak dapat dipungkiri, pandemi Covid-19 telah memberikan guncangan yang cukup keras terhadap perekonomian Bali yang pada triwulan II 2020 tercatat kontraksi sebesar -10,98% (yoy) sebagai akibat dari penurunan kegiatan pariwisata. “Saya percaya, Kabupaten Badung sebagai tujuan wisata utama merupakan wilayah yang paling merasakan dampaknya. Oleh karena itu, Bank Indonesia sangat mendukung implementasi penerapan tatanan kehidupan era baru,” katanya. Karena melalui penerapan tatanan kehidupan era baru ini diharapkan secara perlahan ekonomi Bali kembali bangkit.

Dipilihnya Kawasan Objek Wisata Pura Uluwatu ini sangat tepat karena merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan baik domestik dan internasional dengan rata-rata kunjungan sebelum pandemi sebanyak 7.000 wisatawan per harinya. “Meskipun sempat ditutup untuk beberapa waktu tapi saya yakin, kedepannya Kawasan Objek Wisata Pura Uluwatu akan tetap menjadi tujuan wisata yang tidak mungkin dilewatkan oleh wisatawan saat berkunjung ke Bali karena setau saya belum ada yang mengalahkan sensasi menonton pertunjukkan Tari Kecak sambil menikmati keindahan sunset di Laut Hindia Selatan dari tebing karang tinggi seperti di Uluwatu ini,” jelasnya. Oleh karena itu, penerapan tatanan kehidupan era baru menjadi penting dilakukan di Kawasan Objek Wisata Pura Uluwatu guna menyambut kembali wisatawan yang berlahan mulai berdatangan ke Bali.

Sesuai dengan SE Gubernur No.3355, penerapan tatanan kehidupan era baru tidak hanya mengedapankan pada protokol kesehatan berupa pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak, tetapi juga harus mencakup kegitan penyelesaian transaksi pembayaran secara non tunai atau berbasis digital yang antara lain dengan menggunakan QRIS.
Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Bank Indonesia menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang dapat diaplikasikan di semua sektor khususnya sektor pariwisata yang menuntut semuanya harus serba cepat, mudah, murah, dan aman.

Selain itu, QRIS sebagai kanal pembayaran juga menjadi solusi untuk membangkitkan sektor pariwisata dalam tatanan kehidupan era baru karena mendukung faktor clean, health, safety, and environment sustainability (CHSE) karena meminimalkan kontak fisik dalam bertransaksi.
“Pada hari ini, kita semua dapat melihat dan meninjau bahwa Kawasan Objek Wisata Pura Uluwatu tidak hanya sudah menyediakan sarana dan prasarana protokol kesehatan tetapi juga telah mengadaptasi pertunjukkan Tari Kecak sesuai dengan prosedur era baru hingga mempersiapkan cara bertransaksi secara digital menggunakan QRIS untuk pembelian tiket. Saya berharap penggunaan QRIS ini kedepan dapat semakin diperluas di destinasi-destinasi wisata lainnya di Badung,” imbuhnya.

Harapannya, dengan dioptimalkannya penggunaan QRIS selain mampu mencegah risiko penularan virus juga mampu mendukung pemulihan kegiatan ekonomi masyarakat Badung khususnya Desa Pecatu.
Dalam kesempatan ini, secara khusus pihaknya memberikan apresiasi kepada perbankan di Bali khususnya BPD Bali yang telah berupaya mendukung perluasan penggunaan QRIS di seluruh Bali. Hal ini terbukti jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS per 7 Agustus 2020 telah mencapai 116.538 merchant, meningkat sebesar 357% dibandingkan dengan awal tahun 2020 yang hanya sebanyak 25.483 merchant. Dari angka tersebut, sebaran di Kabupaten Badung merupakan yang terbanyak di Bali dengan pangsa 27% atau sebanyak 31.537 merchant. “Kami yakin setelah implementasi digitalisasi di Uluwatu ini, akan semakin mendorong percepatan dan perluasan implementasi penggunaan QRIS di Bali dan khususnya di Kabupaten Badung,” katanya.

Kata Trisno, kita baru saja merayakan Dirgahayu RI yang ke -75 yang mengingatkan kita atas perjuangan Para Pahlawan Bangsa yang gugur di medan pertempuran. Pada saat ini kita berjuang membangkitkan kembali perekonomian Indonesia khususnya Provinsi Bali namun dengan cara yang berbeda dengan yang dilakukan Para Pahlawan yang mendahului kita. Untuk itu, keberhasilan penerapan tatanan kehidupan era baru untuk Bali Bangkit adalah komitmen dan kerjasama dari semua pihak mulai dari Pemerintah, Perbankan, Pelaku usaha dan Masyarakat. Hari ini kita kembali melihat hasil kerjasama tersebut, Bank Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Pengelola desa, BPD Bali dan Ketua Sanggar Tari dan Tabuh Karang Bomo Uluwatu bersinergi menjadikan Objek Wisata Pura Uluwatu tidak hanya siap menerapkan tatanan kehidupan era baru tetapi juga telah siap menjadi Kawasan Wisata Berbasis Digital.

Pihaknya sangat meyakini apabila kerjasama yang telah terjalin ini dapat terus kita tingkatkan, dan kita senantiasa tertib menerapkan protokol tatanan kehidupan era baru seperti pakai masker, jaga jarak, dan juga bertransaksi nontunai dengan QRIS, maka sebagaimana harapan Bapak Presiden Jokowi, pada triwulan III ini, ekonomi Bali akan mulai Bangkit Kembali. (Rls)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.