Stikom
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Perbankan » Gubernur Bali Bersama Tokoh masyarakat Deklarasikan Cinta, Bangga dan Paham Rupiah

Gubernur Bali Bersama Tokoh masyarakat Deklarasikan Cinta, Bangga dan Paham Rupiah

(312 Views) Mei 5, 2021 1:45 am | Published by | No comment
Acara bSinergi Menjaga Rupiah Sebagai Simbol Kedaulatan & Pemersatu Bangsa” pada tanggal 4 Mei 2021 bertempat di Hotel The Royal Santrian Nusa Dua Bali.

Mangupura (Spotbalinews) –

Demi meningkatkan rasa cinta, bangga dan paham terhadap Rupiah terutama di era digital, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan silaturahmi dan sosialisasi kepada tokoh masyarakat dan pemuka agama di wilayah Bali dengan tema “Sinergi Menjaga Rupiah Sebagai Simbol Kedaulatan & Pemersatu Bangsa” pada tanggal 4 Mei 2021 bertempat di Hotel The Royal Santrian Nusa Dua Bali.

Gubernur Bali dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang telah mengumpulkan tokoh-tokoh lintas agama di Wilayah Bali untuk medeklarasikan gerakan cinta, bangga dan paham Rupiah secara bersama-sama.

Cinta Rupiah dengan mengenali, merawat, dan menjaga sepenuh hati. Bangga Rupiah dengan menggunakannya sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah serta paham Rupiah dengan memahami peran pentingnya sebagai pilar stabilitas keuangan negara.

Deklarasi cinta, bangga dan paham Rupiah menjadi penting ditengah perkembangan digitalisasi transaksi ekonomi sebagai salah satu langkah menuju pemulihan ekonomi Bali.

Gubernur Bali menyampaikan bahwa perlu diyakini digitalisasi transaksi ekonomi yang terjadi di Bali seluruhnya masuk kedalam negeri dan diselesaikan dengan Rupiah yang merupakan alat pembayaran yang sah dan simbol kedaulatan Negara Republik Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Bali mengajak seluruh pihak untuk menjaga dan mengamankan seluruh sumber daya agar dapat dirasakan oleh masyarakat Bali melalui penggunaan Rupiah diseluruh kegiatan ekonomi Bali dan memastikan pengunaan Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah.

Bali sebagai salah satu tujuan wisata internasional utama menjadi cerminan dari Indonesia dan menjadi tugas bersama selaku masyarakat Bali untuk memperlihatkan bagaimana Indonesia menjaga, merawat dan menggunakan Rupiah terutama kepada wisatawan mancanegara.

Kepala Kantor BI Provinsi Bali Trisno Nugroho dalam kesempatan itu mengungkapkan, pada 27 – 29 April lalu, BI telah menyelenggarakan kegiatan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) di wilayah Provinsi Bali dengan mengundang berbagai keynote speaker dan narasumber yang berkompeten untuk meningkatkan pemahaman, dukungan, kolaborasi dan partisipasi seluruh masyarakat di era digitalisasi termasuk meningkatkan awareness (kepedulian) terhadap penggunaan Rupiah di era digital.

“Hal ini dilakukan untuk dapat menjawab permasalahan di masyarakat dalam bertransaksi di era digital sehingga Rupiah tetap dapat berdaulat di Indonesia khususnya di wilayah Bali,” jelasnya.

Dijelaskan Trisno, salah satu tren digitalisasi yang paling berpengaruh adalah di sistem pembayaran. Kemudahan yang ditawarkan menyebabkan preferensi dan akseptansi masyarakat terhadap penggunaan platform dan instrumen pembayaran digital terus meningkat di segala sektor ekonomi.

“Tidak hanya di sektor ekonomi, penerapan digitalisasi juga diterapkan pada sektor sosial keagamaan mulai dari ibadah secara online, ceramah secara online, termasuk pada cara pembayaran donasi/persembahan/infaq sodaqoh yang semula konvensional secara tunai beradaptasi menjadi nontunai berbasis digital,” jelas Trisno Nugroho.

Ditambahkan Trisno, sebagai Bank Sentral, Bank Indonesia sangat mendorong digitalisasi dan penggunaan transaksi digital untuk pemulihan ekonomi, disamping itu Bank Indonesia juga tetap menjalankan amanah untuk menjaga ketersediaan uang Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara di seluruh NKRI dalam jumlah yang cukup, pecahan sesuai, dan sejalan dengan strategi nasional kebijakan non tunai.

Menurut Trisno lagi, Rupiah merupakan identitas dan simbol bangsa. Keduanya tidak dapat terpisahkan, namun sayangnya seringkali masyarakat lupa bahwa Rupiah merupakan bagian dari perjalanan sejarah bangsa. Penggunaan mata uang tunggal Rupiah menggambarkan persatuan dan kedaulatan Indonesia.

Sebagai sebuah simbol Negara, Bank Indonesia secara konsisten mengangkat kisah perjuangan Bangsa dan keragaman budaya pada desain uang Rupiah salah satunya daerah Bali.

“Bali patut berbangga karena menjadi daerah terpilih yang menghiasi desain uang Rupiah seperti gambar pahlawan I Gusti Ngurah Rai dan I Gusti Ketut Pudja, keindahan alam Bali yaitu gambar Pura Ulun Danu Danau Beratan, Tari Legong, Batara Kala, Tari Pendet dan terakhir penggunaan gambar Kain Gringsing pada Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia sehingga kebanggaan Bali yang diabadikan dalam Rupiah menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia,” tegas Trisno.

Bali memiliki tempat tersendiri pada 3 Rupiah karena Pahlawan, kesenian dan pemandangan alam Bali telah menghias Rupiah yang seharusnya diikuti dengan merawat dan memperlakukan uang dengan baik karena ada pahlawan dan budaya yang harus dihormati.

“Mari merawat dan bijak memperlakukan Rupiah secara baik dalam bertransaksi, berbelanja dan berhemat. Dalam konteks bijak berbelanja, adalah dengan belanja sesuai kebutuhan untuk menjaga dari terjadinya inflasi serta belanja produksi dalam negeri,“ demikian Trisno Nugroho. (Rls)

Categorised in:

No comment for Gubernur Bali Bersama Tokoh masyarakat Deklarasikan Cinta, Bangga dan Paham Rupiah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *