Stikom
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Lifestyle » Jembatani ‘Starup’, Inkubator Bisnis ITB STIKOM Bali Bekerjasama dengan JCI Badung Gelar ‘Pitching Night’

Jembatani ‘Starup’, Inkubator Bisnis ITB STIKOM Bali Bekerjasama dengan JCI Badung Gelar ‘Pitching Night’

(690 Views) Juni 27, 2021 4:14 am | Published by | No comment
Demi menjembatani startup dengan investor dalam memajukan usaha, inkubator bisnis ITB STIKOM Bali bekerjasama dengan JCI Badung menyelenggarakan Pitching Night, pada Sabtu (26/06/2021) di Kampus ITB STIKOM Bali, Lt.4, Renon, Denpasar.

Denpasar (Spotbalinews) –
Demi menjembatani startup dengan investor dalam memajukan usaha, inkubator bisnis ITB STIKOM Bali bekerjasama dengan JCI Badung menyelenggarakan Pitching Night secara virtual, pada Sabtu (26/06/2021) di Kampus ITB STIKOM Bali, Lt.4, Renon, Denpasar.

Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Pengusaha Nasional), Nengah Dasi Astawa, M.Si.(Kepala LLDIKTI Wilayah VIII), Dr. Dadang Hermawan (Rektor ITB STIKOM Bali), Gde Brawiswara Putra (President of JCI Badung, Founder Online D7), Angga Primadana (Vice President JCI Badung), Alexandro Djohan (Founder Fintech), hingga Wempy Suciady (Angel Investor).

Sandiaga Salahudin Uno mengatakan,
Selama beberapa bulan belakangan ini startup di Indonesia mengaplikasikan survival mode agar usahanya dapat kembali melesat ditengah pandemi Covid-19 hingga Pandemi ini berakhir.

Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A

Menurutnya, patut disayangkan model bisnis survival mode tak akan bertahan, sebab tidak seorang pun tahu kapan krisis ini akan berlalu. Bahkan, apa yang kita sebut normal di masa pra-pandemi harus mengalami pendefinisian ulang.

Dengan segala permasalahan yang dibawanya, seluruh krisis akan menciptakan pemenang dan yang kalah. Lantas, apa yang harus dilakukan startup agar menjadi champion di era New Normal?, Katanya, diparekraft pihaknya tekankan 3 platform,yakni inovasi, edukasi dan kolaborasi, sehingga pebisnis harus reinvent pengetahuan bisnis mereka untuk memunculkan model bisnis yang baru.

“Startup, mau tidak mau, harus mengedepankan aspek kesehatan dan digitalisasi dalam setiap tahapan bisnis mulai dari pemesanan, pembayaran, produksi, hingga penyediaan barang,” katanya. Zaman sekarang data dan tren bisnis bisa kita dapatkan dengan mudah.

Bisnis yang saat ini dibutuhkan masyarakat, kata Sandi, adalah di bidang kesehatan, teleconferencing, course terbuka, biotech, legal, dan clear energy, hingga ekonomi kratif.

Sandi menegaskan, ada empat kekuatan yang bisa digaungkan dalam dunia enterprenersip yaitu, pencapaian atau target, stimulasi, arah atau tujuan, dan keamanan bisnisnya. Bila ini semua bisa digapai maka apapun usahanya pasti akan sangat maju.

Dr. Dadang Hermawan

Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini juga mengajak para pelaku UMKM untuk berkolaborasi dengan pengusaha UMKM lain untuk perkuat ekonomi nasional.

“Dan yang terpenting, kita harus melakukan kolaborasi dengan pelaku UMKM lain untuk memperkuat agar bisa mandiri di pasar negeri sendiri. Kemudian menyiapkan rencana pemulihan pasca bencana,” tandasnya.

President of JCI Badung Gede Brawiswara mengucapkan terima kasih kepada ITB STIKOM Bali atas kolaborasi yang terselenggara. “Acara Pitching Night ke depan akan menjadi agenda rutin JCI Badung Bali untuk membantu para pengembang startup dan para milenial yang sedang merintis usahanya,” ujar Brawiswara.

Pihaknya juga sangat mengapresiasi semangat peserta pitching karena peserta tidak hanya berasal dari Bali, namun juga berasal dari luar Bali.

Harapannya kegiatan yang pihaknya selenggarakan ini mampu menyerap lebih banyak peserta, terutama dari Bali agar ekosistem startup tercipta dan menjadi tempat ideal lahirnya startup-startup baru di Bali. “Acara ini kami harapkan dapat terus berlanjut dan terlaksana secara berkelanjutan sehingga dapat mendukung tumbuh kembang startup di Bali khususnya dan di Indonesia umumnya,”

Sementara itu, menurut Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan, acara ini merupakan wujud komitmen ITB STIKOM Bali untuk penguatan ekosistem startup di Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Selain itu, peserta pitch yang hadir juga mampu menjelaskan bisnisnya dengan baik terbukti beberapa investor tertarik untuk berinvestasi.

Dr. Dadang Hermawan juga mengaku bangga dengan kerja keras dari tim Inbis STIKOM Bali yang telah sukses membina dan mendampingi para tenantnya hingga setiap keberhasilan yang diperoleh dari pendanaan Kemenristekdikti. Apalagi di tahun ini jumlah tentant yang lolos bertambah, ini tentu menjadi bukti kerja keras dan keseriusan tim dalam mengelola Inbis STIKOM Bali hingga makin berprestasi dan dikenal.
“Saya bangga sekali, mereka telah memiliki pola pikir untuk menjadi pencipta lapangan kerja dan buktikan mereka dengan aksi nyata yaitu membuat sebuah perusahaan rintisan di bidang teknologi informasi. Dan ini pas sekali dengan program-program dari pemerintah yang ingin menjadikan Bali ini sebagai salah satu pusat digital Start Up di Indonesia,” pungkas Dadang Hermawan. (Aya)

Categorised in:

No comment for Jembatani ‘Starup’, Inkubator Bisnis ITB STIKOM Bali Bekerjasama dengan JCI Badung Gelar ‘Pitching Night’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *