Stikom
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Perbankan » Juni 2021, Provinsi Bali kembali Alami Deflasi

Juni 2021, Provinsi Bali kembali Alami Deflasi

(242 Views) Juli 2, 2021 1:50 am | Published by | No comment
Trisno Nugroho

Denpasar (Spotbalinews) –

Provinsi Bali kembali mencatat penurunan tekanan harga pada bulan Juni 2021. Deflasi tercatat 0,38% (mtm), lebih terbatas dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencatatkan deflasi 0,58% (mtm). Secara spasial, deflasi terjadi di kota Denpasar 0,36% (mtm) dan Singaraja 0,52% (mtm).

Menurut Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Trisno Nugroho, Kamis (1/7), turunnya tekanan harga terjadi di kelompok volatile food, sedangkan kelompok core inflation dan administered prices tercatat meningkat. Secara tahunan, Bali mengalami inflasi 0,58% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya 1,07% (yoy) dan lebih rendah pula dibandingkan dengan inflasi nasional yang sebesar 1,33% (yoy).

Kelompok volatile food mengalami deflasi 3,76% (mtm) dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan harga terlihat utamanya pada komoditas daging ayam ras, cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah. Penurunan harga daging ayam sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan stok ayam di Provinsi Bali. “Adapun penurunan harga aneka cabai dan bawang merah disebabkan oleh meningkatnya pasokan di tengah distribusi antarwilayah yang membaik,” ujarnya.

Kelompok barang core inflation mencatat inflasi 0,26% (mtm), terutama disebabkan oleh naiknya harga canang sari dan  emas perhiasan. Peningkatan harga canang sari meningkat seiring dengan banyaknya upacara adat dan keagamaan sepanjang bulan Juni 2021 yang dipercaya sebagai bulan baik bagi masyarakat Bali. Sedangkan peningkatan harga emas perhiasan mengkuti kenaikan harga emas dunia.

Kelompok barang administered price mencatat inflasi 0,28% (mtm) dibandingkan bulan sebelumnya, terutama bersumber dari naiknya tarif angkutan udara yang antara lain disebabkan oleh naiknya permintaan penerbangan ke Bali seiring program Work From Bali.

Bank Indonesia menilai, inflasi Bali sampai dengan bulan Juli masih dalam keadaan rendah dan stabil (di bawah 2%). Beberapa upaya menjaga kecukupan pasokan akan terus dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota seperti kerja sama antardaerah. Selain itu, pemanfaatan teknologi dalam pemasaran produk-produk pertanian (e-commerce) dan dalam produksi (digital farming) juga perlu terus didorong. (Rls)

Categorised in:

No comment for Juni 2021, Provinsi Bali kembali Alami Deflasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *