Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Perbankan » KPwBI Bali Sasar Pasar Sindu Sebagai Kawasan Pasar Tradisional Digital Berbasis QRIS

KPwBI Bali Sasar Pasar Sindu Sebagai Kawasan Pasar Tradisional Digital Berbasis QRIS

(39 Views) Juni 27, 2020 2:47 am | Published by | No comment
Launching QRIS Pasar Sindu yang diresmikan langsung oleh
Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, serta dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali, Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si (Cok Ace), Kepala KPwBI Propinsi Bali, Trisno Nugroho, Anggota Komisi XI DPR-RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya, serta petinggi Perbankan Bali, Sabtu (27/06/2020), bertempat di Pasar Sindu, Sanur.

*Serta Menjadi Gerakan 10 Ribu Masker dan Face Shield oleh Perbankan Bali

Denpasar (Spotbalinews) –
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI Propinsi Bali bersama Pemerintah Kota Denpasar dan perbankan Bali sepakat menggunakan Quick Response Indonesian Standard atau QRIS untuk sistem transaksi di pasar-pasar tradisional Provinsi Bali.

Dengan visi dan misi Pemkot Denpasar menjadikan kota berbasis Smart City, maka digitalisasi pasar tradisional akan sejalan dan beriringan dengan program Bank Indonesia dan perbankan Bali. Setelah Pasar Kedonganan dan Pasar Phula Kerti, kini giliran Pasar Sindu menggunakan QRIS, yang diresmikan langsung oleh
Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, serta dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali, Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si (Cok Ace), Kepala KPwBI Propinsi Bali, Trisno Nugroho, Anggota Komisi XI DPR-RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya, serta petinggi Perbankan Bali, seperti BPD Bali, BRI, BNI, Bank Mandiri, BCA, dan Bank Danamon, Sabtu (27/06/2020), bertempat di Pasar Sindu, Sanur.

Kepala KPwBI Propinsi Bali, Trisno Nugroho

Menurut Trisno Nugroho, setelah Pasar Kedonganan dan Pasar Phula Kerti kini giliran Pasar Sindu yang ada di Denpasar yang menggunakan transaksi QRIS. “Kami menginginkan agar penggunaan QRIS di pasar-pasar tradisional Kota Denpasar diperluas sehingga dapat memudahkan pedagang dan masyarakat untuk bertransaksi, tidak menutup kemungkinan kami akan menyasar pasar tradisional yang ada di Buleleng,” katanya.

Lanjutnya, Denpasar sudah smart city jadi pasarnya juga harus digitalisasi dan QRIS harus jadi instrumen pembayaran. Dengan menggunakan QRIS data para pedagang dan UMKM akan bisa dipantau di Bank sehingga dengan mudah diberikan kredit perbantuan kepada UMKM. Apalagi Bali ini penopangnya adalah UMKM. “UMKM tidak perlu khawatir kehilangan uang karena jatuh atau diambil orang. Uang yang diterima akan langsung masuk ke rekening masing-masing,” jelasnya.

Wakil Gubernur Bali, Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si (Cok Ace/paling kanan), bersama Kepala KPwBI Propinsi Bali, Trisno Nugroho

Bank Indonesia menilai kota Denpasar sudah cukup percaya diri untuk menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran digital karena didukung visi kota Denpasar yang membangun Smart City dan pasar sudah mulai mengenal teknologi.Apalagi pasar-pasar di Denpasar sejak beberapa tahun belakangan menggunakan E-retribusi, jadi digitalisasi di Denpasar niscaya akan cepat.

“Sampai dengan akhir Juni 2020, jumlah merchant QRIS di Provinsi Bali telah
mencapai hampir 100.000. Dengan adanya komitmen perbankan dan dukungan dari
Pemerintah Daerah, kami yakin merchant yang akan menggunakan QRIS hingga akhir tahun 2020 minimal mencapai 200.000,” imbuh Trisno Nugroho

Sementara itu menurut Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, bahwa ekosistem digitalisasi sudah terbentuk dengan sendirinya. Denpasar menurutnya sudah berpengalaman dari beberapa tahun yang lalu semenjak merevitalisasi beberapa pasar tradisional di Denpasar.


Terlebih Pemkot Denpasar telah sejak lama mencanangkan e-goverment dan telah menjalankan penerapan transaksi non tunai di Kota Denpasar. “Tentu saja dengan penggunaan QRIS di tengah tengah masyarakat akan lebih mudah terdata dan menjamin keamanan bertransaksi sehingga lebih safety,” ucap Rai Mantra.

Ia kemudian mengajak masyarakat Kota Denpasar, khususnya merchant di kelompok usaha mikro menggunakan transaksi QRIS yang merupakan produk Indonesia asli.

“Dengan menggunakan QRIS dalam berbagai transaksi, selain sebagai upaya mencintai produk Indonesia, juga dari segi safety bertransaksi dapat menghindari niat-niat seseorang yang membayar dengan menggunakan uang palsu dan tindak kriminal lainnya,”tutup Rai Mantra.


Selain melaunching QRIS, KPwBI Propinsi Bali juga menggelar gerakan bersama cegah Covid-19 ini, dengan Gerakan 10 Ribu Masker dan Face Shield bersama Perbankan Bali. Pasalnya Wajib bermasker dalam mencegah penyebaran virus corona sesuai anjuran dari badan kesehatan dunia (WHO) ini dan menjadi agenda dari Gerakan 10 Ribu Masker oleh Perbankan Bali.

Penyerahan bantuan ini juga tetap mengacu pada protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, serta tetap menggunakan masker. Secara simbolis bantuan masker ini juga diserahkan kepada pengurus pasar Sindu untuk selanjutnya dibagikan kepada keseluruhan pedagang Pasar Sindu.

Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberikan edukasi dalam menumbuhkan  kepedulian bersama kepada lingkungan dalam mencegah bersama virus korona.

“Mari lindungi diri, lindungi sesama dalam gerakan wajib masker kita cegah bersama covid 19,” tandas Trisno Nugroho. (aya)

Categorised in:

No comment for KPwBI Bali Sasar Pasar Sindu Sebagai Kawasan Pasar Tradisional Digital Berbasis QRIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *