Stikom
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Perbankan » LPD Teruna Optimalkan Layanan Digital dan Tingkatkan Perekonomian Desa Adat Melalui Kredit LC

LPD Teruna Optimalkan Layanan Digital dan Tingkatkan Perekonomian Desa Adat Melalui Kredit LC

(366 Views) Januari 7, 2021 6:22 am | Published by | No comment
Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Adat Teruna semakin berinovasi ditengah pandemi salah satunya dengan mengoptimalkan layanan digital dan meluncurkan Kredit LC atau Letter of Credit

Denpasar (Spotbalinews) –

Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Adat Teruna semakin berinovasi ditengah pandemi salah satunya dengan mengoptimalkan layanan digital dan meluncurkan Kredit LC atau Letter of Credit.

Pemucuk LPD Adat Teruna, I Wayan Madra menyampaikan bahwa Kredit LC ini berkaca dari perkembangan usaha di pedesaan. Siapapun yang ingin berusaha dan mengembangkan perekonomian desa berlaku bagi warga lokal yang mau berusaha dan berkembang, disarankan untuk memanfaatkan program ini dengan platfon hingga Rp 100 juta.

Kata dia, bunga kredit pun berdasarkan regulasi, tidak memberatkan warga yang mau berusaha dan berkembang. Selain itu dari sisi teknologi, LPD Teruna tetap bekerja sama dengan Prajuru dan badan pengawas terkait apa yang perlu didata dan dipertahankan. LPD Teruna tetap menjaga penggunaan Mobile Banking karena ada notifikasi untuk setiap transaksi baik penarikan dan tabungan. 

Pemucuk LPD Adat Teruna, I Wayan Madra

“Nasabah tetap dapat notifikasi dan bagian kredit juga setiap jatuh tempo dapat pesan singkat (SMS) dari sistem LPD. Semua bekerja dengan sistem untuk kolektor tabungan juga menggunakan IBS Collect, tidak menulis lagi karena datanya langsung dimasukkan ke server kemudian nasabah akan langsung menerima notifikasi lewat SMS,” papar Madra. 

Ditambahkannya, penggunaan teknologi informasi ini sangat penting ditengah pandemi guna meningkatkan kepercayaan nasabah dan mencegah ketimpangan data. Selain itu ia tetap menjaga likuiditas dan menjaga komunikasi antara LPD dengan nasabah. “LPD Adat Teruna menyiapkan dana likuiditas sebanyak 40% karena dampaknya luas. Kita menjaga itu karena tidak tahu kebutuhan pemilik dana. Apalagi dalam hal ini LPD milik desa adat supaya bisa membantu nasabah, pokoknya likuiditas itu siap bila ada penarikan,” tegas Madra. 

Dana likuiditas ini pun sewaktu-waktu akan diperlukan oleh desa adat selaku pemilik LPD. Menjaga dana likuiditas dikatakan Madra adalah komitmen LPD Teruna, mengingat ketersediaan dana itu wajib. Terkait sistem digital ditegaskan Mandra berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat karena untuk menghidari ketimpangan data.

Nasabah juga bisa melakukan call center ke LPD misalkan untuk mengecek jumlah tabungan, kemudian akan dibalas oleh server. Dengan layanan IBS Mobile LPD Teruna, nasabah LPD bisa melakukan pembayaran listrik dari rumah begitupun membayar iuran BPJS, selain itu dapat melakukan layanan transfer antar nasabah LPD Teruna dan lainnya. 

“Tinggal download aplikasi LPD Teruna tidak dipungut biaya. Layanan di LPD tidak boleh monoton menggunakan cara manual, namun harus mengikuti perkembangan zaman. Sekarang semua layanan LPD dapat dilakukan dari rumah menggunakan Android,” katanya. 

Pihaknya bergerak ke dunia digital karena semua kalangan sekarang ini sudah menggunakan media daring. Ia berharap, agar masyarakat Desa Adat Teruna menggunakan layanan LPD Teruna untuk mendukung kinerja lembaga milik adat ini.

Madra menyebutkan, di Aplikasi LPD Teruna juga tersedia layanan untuk punia pribadi ke Pura Kayangan. Tinggal klik donasi di aplikasi, tanpa datang ke Pura, data semua terdeteksi di server. “Ke depan kita akan pakai barcode untuk penarikan dan tabungan,” imbuhnya. 

Ia menerangkan, saat ini aset LPD Teruna di masa pandemi masih stagnan, tidak ada penurunan yang tercatat Rp 22 miliar. Selaku kepala LPD berterimakasih kepada masyarakat yang masih mempercayakan dananya dikelola LPD. Ia mengakui laba LPD Teruna akibat musim pandemi terkena dampak penurunan signifikan.

“Laba tahun 2021 Rp 500 juta dari target Rp 550 juta. Laba yang tercapai tahun lalu (2020) mencapai Rp 140 juta dari target Rp 500 juta. 2021 semoga kondisi membaik dan pandemi cepat berlalu. Sehingga masyarakat dapat berusaha dan membangkitkan perekonomian. Kita sering sharing dengan bendesa adat dan pengurus atau badan pengawas yang juga mendukung tetap menjaga likuiditas,” paparnya.

Sementara itu Bendesa Adat Teruna, I Wayan Gede Astawa mengaku tetap mendukung upaya LPD yang fokus pada dana likuiditas. Begitupun mendukung setiap inovasi yang dilakukan LPD seperti pemanfaatan teknologi digital untuk menjaga kepercayaan nasabah. “Kami mendukung setiap upaya LPD demi memajukan perekonomian di desa adat,” katanya. (Yes)

Categorised in:

No comment for LPD Teruna Optimalkan Layanan Digital dan Tingkatkan Perekonomian Desa Adat Melalui Kredit LC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *