Stikom
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Perbankan » November 2020, Bali Alami Inflasi Sebesar 0,22 Persen

November 2020, Bali Alami Inflasi Sebesar 0,22 Persen

(250 Views) Desember 2, 2020 9:29 am | Published by | No comment

Denpasar (Spotbalinews) –

Trisno Nugroho

Setelah mengalami deflasi berturut-turut sejak Mei hingga Oktober 2020, pada November 2020 Bali mengalami inflasi sebesar 0,22% (mtm), atau meningkat dari bulan sebelumnya yang tertekan sebesar -0,24% (mtm).

Pertumbuhan itu didasarkan perhitungan dari data inflasi Kota Denpasar dan Singaraja oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Bali di bulan November 2020.

Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Bali Trisno Nugroho, Rabu (02/12/2020) mengatakan,
inflasi Bali berada di bawah inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,28% (mtm). Inflasi terjadi pada kota Denpasar sebesar 0,20% (mtm) dan kota Singaraja (0,37%, mtm).

Secara tahunan, inflasi Bali tercatat sebesar 0,81% (yoy), juga lebih rendah dibandingkan dengan nasional yang sebesar 1,59% (yoy).

“Kelompok volatile food mengalami kenaikan harga sebesar 2,60% (mtm) dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatkan harga terlihat untuk komoditas bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, cabai rawit, dan bawang putih,” jelas Trisno Nugroho, Rabu, 2 Desember 2020.

Peningkatan harga komoditas hortikultura disebabkan oleh menurunnya hasil panen di penghujung tahun akibat curah hujan yang tinggi. Demikian juga dengan daging ayam ras, implementasi kebijakan pengurangan days old chicken (DOC) menyebabkan turunnya pasokan.
Kelompok barang administered pricemencatat penurunan harga sebesar 0,24% (mtm).

Kata Trisno, penurunan tekanan harga pada kelompok ini disebabkan oleh turunnya tarif angkutan udara dan tarif listrik. Turunnya tarif angkutan udara masih disebabkan oleh subsidi silang oleh pemerintah.

“Adapun penurunan tarif listrik merupakan kelanjutan dari kebijakan pemerintah untuk menurunkan tarif dasar listrik pelanggan non-subsidi,” jelasnya.

Kelompok barang core inflation mengalami penurunan harga sebesar 0,18% (mtm) dibandingkan dengan bulan Oktober. Penurunan tekanan inflasi ini terjadi terutama pada canangsari, emas perhiasan, dan air kemasan. Harga canangsari masih menunjukkan tren menurun sejalan dengan normalisasi pasca Hari Besar HBKN.

Adapun penurunan harga emas perhiasan menurun sejalan dengan turunnya harga emas dunia pasca redanya ketidakpastian ekonomi global. Selain itu, masih rendahnya daya beli masyarakat juga menyebabkan penurunan permintaan terhadap barang tahan lama.

Bank Indonesia memperkirakan inflasi pada Desember 2020 akan tetap terkendali. Meskipun demikian, tingginya curah hujan di Bali perlu diwaspadai yang dapat kembali meningkatkan harga kelompok barang volatile food.

TPID Kabupaten/Kota dan Provinsi terus berupaya untuk menjaga 4K, yaitu ketersediaan pasokan, kestabilan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. (Rls)

Categorised in:

No comment for November 2020, Bali Alami Inflasi Sebesar 0,22 Persen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *