‘Roadshow’ Orientasi TPK Kecamatan Denut, Stop Stunting, Bersama Pasti Bisa!

Denpasar, Spotbalinews.com-

Roadshow Orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kecamatan Denpasar Utara (Denut), Kota Denpasar, Provinsi Bali, merupakan bagian integral dari implementasi program strategis Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam mempercepat penurunan stunting di Tanah Air.

Roadshow yang menyasar sebelas (11) desa/kelurahan ini dibagi menjadi delapan (8) angkatan. Kegiatan yang berlangsung dari Tanggal 8 – 15 Juli 2022 ini menghadirkan 367 TPK yang terdiri dari unsur tenaga kesehatan (nakes) yakni bidan dan ahli gizi, unsur kader PKK, dan unsur kader KB.

Sebagai narasumber terdiri dari unsur PKK diwakili, Tresna Yasa, S. Pt., M.Pd, unsur Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) I G. A. Putu Mayuni, S.Sos., dan unsur Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar diwakili, Ni Wayan Nia Apriani, AMd. Gz.

Fasilitator dari PKB Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, I G.A. Putu Mayuni, S. Sos menyampaikan, roadshow Orientasi TPK dalam rangka mempercepat penurunan angka stunting khususnya di Kota Denpasar terlaksana dengan baik dan mendapat apreasiasi positif dari TPK.
Menurutnya, orientasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader TPK tentang pemutakhiran data sasaran keluarga berisiko stunting, aplikasi elsimil bagi TPK, dan variabel terpilih dalam pemantauan fase hamil & pasca persalinan.

Tambahnya, adapun yang melatarbelakangi kegiatan ini yakni, merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Berdasarkan Perpres tersebut, BKKBN ditugaskan sebagai koordinator pelaksana percepatan penurunan stunting di lapangan. Dengan mengoptimalkan peran TPK, besar harapan ke depan keberhasilan penurunan stunting tercapai maksimal. Dimana stunting disebabkan oleh faktor multidimensi dan intervensinya sangat ditentukan pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

Sebut PKB Desa Pemecutan Kaja ini, urgensi percepatan penurunan stunting ini dikarenakan dampak yang disebabkan tidak saja dirasakan oleh individu (keluarganya), kurang optimalnya perkembangan otak anak yang seharusnya terjadi 80 persen saat balita, menyebabkan kemampuan kognitif pada usia sekolah terganggu. Lebih lanjut disampaikan, stunting juga akan mengurangi pendapatan pekerja dewasa hingga 20 persen, dan mengakibatkan hilangnya GDP hingga 11 persen karena kurangnya produktivitas. Kontribusi lain yang ditimbulkan akibat stunting dengan berkurangnya pendapatan adalah adanya kemiskinan antargenerasi, dan berkurangnya 10 persen total pendapatan seumur hidup.

Beberapa hal yang menjadi penyebab stunting pada anak yakni kurangnya asupan gizi selama hamil dan kebutuhan gizi anak kurang tercukupi. Selain itu terdapat penyebab lainnya, yaitu: kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi sebelum hamil, saat hamil, dan setelah melahirkan. Terbatasnya akses pelayanan kesehatan, termasuk layanan kehamilan dan postnatal (setelah melahirkan). Kurangnya akses air bersih dan sanitasi, serta masih kurangnya akses makanan bergizi karena tergolong mahal.

Lebih lanjut disampaikan, keluarga berisiko stunting adalah keluarga yang memiliki satu atau lebih faktor risiko stunting, yaitu: keluarga dengan remaja putri/calon pengantin, keluarga dengan Ibu hamil, keluarga dengan anak usia 0 (nol)-23 (dua puluhtiga) bulan dan keluarga dengan anak usia 24 (dua puluh empat)-59 (lima puluh sembilan) bulan, yang mana ke empat klaster keluarga di atas berasal dari keluarga dengan pendapatan rendah/ miskin (berstatus pra sejahtera), pendidikan orang tua rendah (SD atau SMP) terutama isteri, mempunyai anak balita ≥ 2 dan atau anak ≥ 3 , lingkungan dan sanitasi buruk, dan tidak mempunyai akses air bersih. Empat klaster keluarga berisiko stunting ini mempunyai kategori berisiko tinggi, sedang dan rendah.

”Setelah mengetahui sasaran pendampingan terdapat keluarga berisiko stunting, maka TPK dapat menentukan langkah tindak lanjut, misalnya melakukan rujukan,’’imbuh I G. A. Putu Mayuni yang juga anggota Ikatan Penulis Keluarga Berencana Provinsi Bali ini. (TimSBN)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: