Smartfren Dukung Pemprov Bali Sukseskan Program “Nangun Sat Kerthi Loka” Bali


Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim, foto bersama Gubernur Bali, Wayan Koster, beserta segenap jajaran Pemprov Bali.

Denpasar (SpotBaliNews) –
Smartfren sebagai sebuah perusahaan telekomunikasi 4G LTE dengan jaringan terluas di Indonesia, pada Kamis (14/2), menunjukkan dukungannya kepada program Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang dicanangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali pada September 2018 yang lalu. Hal ini langsung disampaikan oleh Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim, di depan segenap jajaran Pemprov Bali.

Katanya, Smartfren sebagai salah satu perusahaan yang berada di Indonesia, tentunya mempunyai kewajiban untuk mendukung segala bentuk visi dan misi yang sudah dicanangkan oleh Pemprov Bali, yaitu program Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “Menurut hemat kami, program ini merupakan program yang sangat baik karena bertujuan untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali,” ujar Djoko. 

Smartfren mendukung upaya tersebut dengan membagikan total 50.000 kantong ramah lingkungan, sebagai pengganti kantong plastik. “Dengan adanya kantong ramah lingkungan ini, tentu sampah plastik di Bali akan semakin berkurang, sehingga membantu menjaga kelestarian dan keharmonisan alam Bali,” jelas Djoko.

Masih dalam rangkaian acara yang sama, Smartfren juga meluncurkan produk khusus yang dihadirkan untuk Bali yaitu Kartu Perdana Bali. Kartu ini dihadirkan agar masyarakat di Bali dapat semakin mudah mendapatkan akses komunikasi. Bahkan kartu ini akan diberikan secara gratis pada gerakan sosial dari banjar ke banjar yang akan dilakukan Smartfren ke 705 banjar yang ada di Bali, sekaligus gerakan sosial ini akan mengkampanyekan anti hoax dan anti narkoba.  Smartfren juga akan membagikan 100 buah modem WiFi kepada banjar terpilih. 

Harapannya masyarakat dapat mencari informasi dan juga konfirmasi mengenai sesuatu yang hoax atau bukan, demi menjaga kesucian tanah Bali, pungkas Djoko. Bentuk dukungan Smartfren kepada visi dan misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan segala kegiatan yang akan dijalankan akan dimulai pada 14 Februari 2019 serta akan berlangsung selama 30 hari. (red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: