A Solo Exhibition di KOMANEKA Fine Art Gallery, Wujud Kreativitas Resonansi Seni Lukis I Made Mahendra Mangku

Pameran seni lukis bertajuk “A Solo Exhibition” menyuguhkan seni lukisan kontemporer atau abstrak yang berlangsung di Komaneka Fine Art Gallery, Keramas, Gianyar, Bali, mulai 20 Juni hingga 30 Juli 2026 mendatang.

Gianyar, spotbalinews.com –

Pameran seni lukis bertajuk “A Solo Exhibition” menyuguhkan seni lukisan kontemporer atau abstrak yang berlangsung di Komaneka Fine Art Gallery, Keramas, Gianyar, Bali, mulai 20 Juni hingga 30 Juli 2026 mendatang.

Cat air kerap dianggap sebagai medium yang ringan, spontan, dan sekadar liris. Namun dalam karya-karya Made Mahendra Mangku, cat air hadir sebagai cara berpikir, ruang tempat air, pigmen, dan waktu bernegosiasi membentuk bahasa visual yang rapuh sekaligus intens. “Ia bukan medium untuk menggambarkan dunia, melainkan untuk merasakan bagaimana dunia muncul, berubah, dan perlahan menghilang,” katanya.

Bagi Made Mahendra Mangku, air bukan sekadar unsur material, tetapi prinsip estetik sekaligus filosofis. “la mengalir, merembes, mengaburkan batas, dan menolak bentuk yang sepenuhnya pasti,” jelasnya. Dari sini, cat air menjadi cara membaca yang sementara bahwa tidak semua hal hadir melalui ketegasan, dan tidak semua makna lahir dari bentuk yang selesai.

I Made Mahendra Mangku

Karya-karyanya tidak menawarkan representasi, melainkan resonansi. Yang hadir adalah fragmen cahaya, endapan suasana, dan jejak ingatan yang samar namun terasa dekat. Melalui lapisan transparan, bidang kosong, dan pertemuan antara kendali serta kebetulan, Made Mahendra Mangku membangun bahasa visual yang bertumpu pada kepekaan—bukan penguasaan.

Dalam karya-karya ini, ruang kosong bukan kekurangan, melainkan jeda. Ia memberi napas bagi pandangan dan ruang bagi tafsir. Karena itu, pameran ini tidak mengajak kita sekadar melihat bentuk, melainkan merasakan yang mengendap di baliknya, waktu, keheningan, dan jejak yang tinggal setelah citra berlalu.

Mahendra Mangku juga mengamati fenomena-fenomena kehidupan sosial-budaya masyarakat sekitarnya yang selalu menyajikan pro dan kontra hadir di dalam lingkaran hidup masyarakat sebagaimana konsepsi oposisi biner.

“Pernyataan-pernyataan yang bertentangan itu saling melengkapi, dan tidak dapat dipisahkan begitu saja. Sebab ia adalah kesatuan realitas, pro dan kontra keduanya merambati realita kehidupan sosial-budaya, keduanya juga berdampingan menuju satu wujud harmonisasi,” ujar Mahendra Mangku.

Fenomena atau realitas yang Mahendra Mangku alami dan diamati itu, lalu dipahami di dalam relasinya terhadap unsur harmoni dalam lukisan abstrak. Sebut saja, tentang bagaimana percampuran warna terjadi secara organik melalui konteks medium cat air, inti yang esensial dari bagaimana warna membentuk komposisinya secara natural dengan belobor, sebuah kondisi meluasnya sesuatu yang bersifat cair berupa tinta atau warna pada kertas atau kain.

Dengan kata lain merambatnya pigmen warna di dalam permukaan suatu bidang yang disebabkan oleh bentuk kecelakaan saat penggunaan, sifatnya dapat dipandang sebagai sesuatu yang merusak sekaligus sebagai aspek estetik akibat ketidaksengajaan seturut kemudian disadari sebagai sebuah kekuatan.

Sementara itu, menurut owner Komaneka, I Komang Eka, imajinasi yang hadir melalui pikiran Mahendra Mangku dinyatakan sebagai rancangan kasar dan harus dinyatakan melalui tindakan perwujudan lukisan. “Dengan kata lain, peran mata dan rasa kemudian menjadi sesuatu yang tidak kalah penting mencapai kesatuan harmoni,” ujarnya.

Katanya, Mahendra Mangku sudah keempat kalinya mengikuti pameran lukisan di Komaneka at Keramas Beach yang terletak di daerah Gianyar. ” Di Komaneka ini selain galery, kami menawarkan pengalaman tinggal dengan pemandangan mengarah ke Pantai Keramas, area sawah, dan pesona gunung Agung yang menawan,” jelasnya.

Owner Komaneka, I Komang Eka

Keistimewaan resort ini tak hanya terdapat di pemandangan 360 derajat yang dapat dirasakan di kawasan resort. Namun, terdapat juga pada vila yang setiap bangunannya dilengkapi dengan kolam renang pribadi dan pemandangan ke arah laut tanpa halangan apapun. Saat memasuki vila pun, tamu akan melihat kamar dengan ruang yang tergolong spacious dengan atensi terhadap seni yang telah menjadi bagian utama dari rangkaian Komaneka Resorts.

Di galery ini pengunjung dapat menyaksikan puluhan pameran lukisan cat air. Mengusung konsep artpreneur yang menggabungkan seni dengan potensi para seniman muda cat air dapat menjadikan bakat mereka sebagai sumber penghasilan. (Sbn)

Mungkin Anda Menyukai