
*Perkuat 279 BTS 4G dan 17 BTS 5G di 30 titik strategis, didukung penambahan site, COMBAT, serta personel siaga selama gelaran berlangsung
Lombok, spotbalinews.com–
Telkomsel memastikan kesiapan jaringan broadband dan layanan pelanggan untuk mendukung kelancaran gelaran MotoGP Mandalika 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 9–11 Oktober 2026. Berbagai penguatan jaringan dilakukan untuk menghadirkan pengalaman komunikasi dan akses digital terbaik bagi masyarakat, wisatawan, peserta, maupun seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan event internasional tersebut.
Sebagai bagian dari persiapan, Telkomsel mengoptimalkan jaringan di 30 Point of Interest (POI) yang diprediksi menjadi titik konsentrasi pengunjung selama gelaran berlangsung. Titik tersebut meliputi area utama sirkuit, akses masuk dan keluar melalui bandara serta pelabuhan, jalur menuju Mandalika, kawasan hospitality, hingga sejumlah lokasi rekreasi.
Untuk menopang kebutuhan komunikasi pelanggan, Telkomsel menyiagakan 279 BTS 4G dan 17 BTS 5G yang tersebar di seluruh titik strategis. Khusus di kawasan utama Sirkuit Mandalika, Telkomsel melakukan penambahan kapasitas melalui 27 BTS 4G dan 9 BTS 5G. Penguatan jaringan 5G tersebut juga telah memanfaatkan frekuensi baru 2600 MHz, yang dioptimalkan untuk menghadirkan kapasitas jaringan lebih besar serta pengalaman akses broadband yang semakin optimal di tengah tingginya kepadatan pengguna selama gelaran berlangsung.
Vice President Area Network Operations Jawa Bali, Nugroho Adi Wibowo, mengatakan, “Gelaran balapan internasional di Mandalika menjadi salah satu momentum penting yang turut mendorong pariwisata dan ekonomi daerah. Telkomsel berkomitmen menghadirkan konektivitas terbaik melalui optimalisasi jaringan 4G dan 5G, termasuk pemanfaatan frekuensi 2600 MHz untuk layanan 5G, agar masyarakat, wisatawan, hingga seluruh pihak yang terlibat dapat tetap terhubung dan menikmati pengalaman digital secara optimal selama gelaran berlangsung,”
Penguatan infrastruktur juga dilakukan melalui pembangunan 7 site baru di dalam kawasan Sirkuit Mandalika. Selain itu, Telkomsel menghadirkan tambahan 2 unit Compact Mobile Base Transceiver Station (COMBAT) untuk memperkuat kapasitas jaringan selama periode event.
Optimalisasi tersebut dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan trafik dengan kapasitas layanan hingga sekitar 60 ribu pengguna selama gelaran berlangsung. Di sejumlah area premium dalam Sirkuit Mandalika.
Tidak hanya dari sisi jaringan, Telkomsel turut memperkuat kesiapan layanan pelanggan dengan menyiagakan personel yang tersebar di posko jaringan, area venue, serta sejumlah titik pelayanan.
Telkomsel menghadirkan 3 booth pelayanan pelanggan yang tersebar di sejumlah titik strategis, yakni Bandara Internasional Lombok, area Inner Circuit Sirkuit Mandalika, serta Bazaar Mandalika. Kehadiran booth tersebut diperkuat dengan dukungan 30 outlet untuk mempermudah pelanggan mendapatkan berbagai produk dan layanan Telkomsel, termasuk kebutuhan registrasi pelanggan mancanegara, ketersediaan produk, serta informasi promo selama gelaran berlangsung.
Sejumlah penawaran khusus juga disiapkan selama periode gelaran, antara lain program telepon gratis ke semua operator setiap hari melalui *888*11# serta pilihan paket Internet Super Seru.
“Selain memastikan kesiapan infrastruktur jaringan, kami juga menghadirkan layanan pelanggan secara langsung di berbagai titik strategis. Kami berharap dukungan menyeluruh ini dapat memberikan kenyamanan bagi seluruh pengunjung sekaligus mendukung kesuksesan Mandalika sebagai salah satu destinasi sport tourism unggulan Indonesia,” tambah Nugroho.
Bagi pengunjung internasional, Telkomsel menyediakan layanan International Roaming yang bekerja sama dengan operator di 191 negara, memastikan mereka tetap terhubung dengan mudah dan terjangkau selama berada di Indonesia.
Kehadiran Telkomsel dalam gelaran internasional di Mandalika menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan jaringan terdepan dan terluas, sekaligus mendukung akselerasi ekosistem digital, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Barat serta Indonesia. (Rls)

