Besan, Setelah Pendampingan 15 Tahun

Oleh : I Wayan Sukarsana, SE
Senior Fasilitator Program KOTAKU, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali

Ruang belajar bagi masyarakat dalam rangka menemukenali potensinya, memberi kesempatan kepada setiap kelompok mayarakat termasuk kelompok rentan yang termarginalkan dan perempuan untuk turut berpartisipasi dalam pelaksanaan program, bagaimana mayarakat belajar mengorganisir diri yang menyesuaikan dengan kearifan lokal yang sudah tertata di masyarakat, serta masyarakat belajar memilih dalam pencarian pemimpin mereka berdasarkan nilai- nilai kemanusiaan dan prinsip- prinsip kemasyarakatan.

Semua ini sangat dirasakan dampak baiknya setelah Desa Besan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung yang sejak April 2007 menjadi salah satu dampingan Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP). Dan pada akhinya program berkelanjutan menjadi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP). Pada masa pelaksanaan P2KP dan PNPM-MP, masyarakat Desa Besan diberikan bantuan program beruapa Bantuan Langsung Masyarakat ( BLM) untuk berpraktik dalam hal menangani permasalahan- permasalahan yang ada di Desa Besan.

Di samping mendapatkan BLM, masyarakat juga mendapatkan sejumlah dana untuk kegiatan Peningkatan Kapasitas (pelatihan-pelatihan) pemberdayaan masayarakat dengan konsep Tridaya mulai diterapkan oleh masyarakat dengan motor penggeraknya Badan Keswadayaan Masyarakat( BKM) bersama- sama dengan pemerintahan desa dan para relawan warga. Tridaya yang dimaksud adalah daya sosial, daya ekonomi dan daya lingkungan. Pada Periode 2016/2017 program dilanjutkan menjadi Program Kota Tanpa Kumuh( KOTAKU). Program KOTAKU kembali memberikan ruang kepada masyarakat untuk meningkatkan kapasitasnya terutama tentang konsep perumahan dan permukiman termasuk di dalamnya tentang perumahan dan permukiman kumuh. Pembelajaran dan pemberdayaan masyarakatnya adalah dinamika kehidupan masyarakat itu sendiri yang terdapat di kawasan perumahan dan permukiman. Dalam hal ini adalah masyarakat yang bermukim di Desa Besan. Demikian hal- hal penting yang disampaikan oleh Koordinator BKM Besan Giri Asri, Desa Besan, I Wayan Suantra, Perbekel/ Kepala Desa I Ketut Yasa dan Sekretaris Desa I Nengah Widiana di dalam sebuah kesempatan.

Bentang wilayah Desa Besan adalah berbukit (perbukitan). Tanahnya yang subur membuat Desa Besan memiliki potensi bidang pertanian khususnya pertanian lahan basah. Kawasan perbukitan yang indah juga berpotensi untuk dikembangkannya objek wisata bersepeda dan agrowisata.

Koordinator BKM Besan Giri Asri menuturkan bahwa setelah 15 Tahun mendapatkan pendampingan Program dari Kementerian PUPR ini, banyak sekali pembelajaran yang didapatkan terutama hal hal yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, pengembangan usaha ekonomi di bidang pertanian dan peternakan termasuk pola- pola pembelajaran yang baik dari kegiatan pinjaman dana bergulir yang dikelola Unit Pengelola Keuangan ( UPK).

Data Oktober 2022 menyebutkan UPK telah memberikan pinjaman kepada 58 Kelompok Swadaya Masyarakat ( KSM) dengan total pinjaman yang diberikan sejumlah 403.305.000 rupiah, dan semua pinjaman masuk kategori pinjaman lancar. Saldo kas dan Bank UPK per Oktober 2022 sejumlah 41.293.891 rupiah. Hal ini adalah buah pembelajaran baik hasil dari pendampingan terutama di bidang ekonomi tentang perencanaan usaha ekonomi produktif dan bagaimana membuat sebuah lembaga keuangan menjadi sehat. Inovasi lainnya juga dilakukan berupa kegiatan sosial produktif seperti kegiatan ternak sapi bergulir.

Bidang Lingkungan (infrastruktur) BKM Besan Giri Asri berupaya berpartisipasi di dalam pemeliharaan dan operasional, terutama pemeliharaan ringan kegiatan infrastruktur yang telah terbangun sejak masa P2KP, PNPM-MP maupun kegiatan dari program lain dengan pendekatan masyarakat (berbasis masyarakat), termasuk infrastruktur yang terbangun melalui APBDesa (dana desa).

Pendanaan kegiatan pemeliharaan ini diambilkan dari alokasi SHU UPK yang telah teralokasi untuk kegiatan lingkungan sesuai AD/ART UPK. Ada keinginan untuk membuat UPK naik kelas guna dijadikan koperasi atau yayasan, tetapi hal ini akan didiskusikan terlebih dahulu kepada semua anggota BKM dan pemerintahan desa.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Koordinator BKM, Perbekel Desa Besan I Ketut Yasa menyampaikan pemerintah desa memberikan apresiasi terhadap aktifitas kegiatan yang dilakukan oleh BKM dalam bidang penanggulangan kemiskinan dan pencegahan kumuh di Desa Besan. Manfaat besar yang telah didapat dan mampu diimplementasikan di masyarakat ini semata mata dilakukan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa Besan.

Langkah langkah kolaboratif yang telah dilakukan harus dipertahankan dan diteruskan di masa mendatang. Pemberdayaan masyarakat dan pembelajaran administasi kepada masyarakat terutama adiminstrasi yang terkait transparansi akuntabilitas adalah pembelajaran yang sangat berharga. Betapa pentingnya sebuah rembug/paruman yang biasa dilakukan masyarakat adat tentang hidup dan kehidupan masyarkaat adalah hal penting yang didapat dalam kurun waktu 15 tahun terakhir ini.

Peran pendamping/ fasilitator meskipun sering berganti ganti personil sangat penting bagi pemerintahan desa dan masyarakat sebagai sember belajar dan sumber diskusi serta dapat menjadi mitra berkelanjutan . Perbekel berharap Program KOTAKU ataupun nanti dengan nama lain agar dilanjutkan karena dipandang sejauh ini mungkin capaian program terhadap cita cita mensejahterakan masyarakat Desa Besan baru mencapai 50 persen.

Walaupun pada akhirnya nanti pemerintah nasional menyerahkan program ini kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung dan pemerintah desa, harapannya pemerintah kabupaten mampu dan mau melanjutkan program termasuk menyediakan pendamping program. Ini harpaan kita semua untuk mewujudkan cita-cita program. (Ist)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: