Kabag Humas Pemkot Denpasar Sebut Migrasi TV Analog ke TV Digital adalah Keniscayaan

Denpasar, spotbalinews.com
Teknologi digital sudah merambah kemana-mana. Hampir semua aktifitas kehidupan saat ini berbasis digital. Ini adalah perkembangan global yang tak terhindarkan. Seluruh dunia terjamah teknologi digital. Indonesia pun alami hal serupa. Maka melek teknologi menjadi sebuah keniscayaan.

‘Begini ya. Kita awali dulu dari trend yang menyeluruh. Artinya saat ini tidak satu pun negara di dunia ini yang tidak melek teknologi. Indonesia pun begitu. Barulah kita melihat dalam skup yang lebih kecil yaitu di Denpasar. Digitalisasi teknologi ini kan ibarat ombak, yang menyapu tanpa ada yang terlewatkan. Maka mau gak mau ya kita harus mengikuti arus teknologi ini,’ ujar Kabag Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar, I Dewa Gede Rai.

Ditemui di ruang kerjanya Selasa 7Juni 2022, Dewa Rai, begitu ia akrab disapa, mengatakan salah satu perubahan cara hidup masyarakat sebagai dampak teknologi digitalisasi adalah platform hiburan khususnya Televisi.

‘Teknologi televisi ini kan sudah mengalami beberapa kali perubahan. Jaman dahulu sekali, Televisi itu boxnya besar tapi layarnya kecil dan tidak ada TV warna. Sudah seperi itu, langka pula. TV itu jaman dahulu barang mewah, hanya orang-orang tertentu yang memilliki. Chanel siaran pun hanya satu yaitu TVRI,’ ujarnya.

Namun jelasnya, sekitar tahun 1980-an, mulai muncul Televisi berwarna dengan box kemasan yang semakin simple. Beberapa tahun setelah itu muncul teknologi parabola. ‘Nah sekarang berubah lagi menjadi TV digital. TV Digital unggul dalam kualitas gambar. Jauh lebih bagus tanpa gerimis, dan chanel siarannya sudah semakin banyak. Ini manfaat positif dari perubahan teknologi,’ ujarnya.

Ia pun mengapresiasi upaya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo RI), yang sudah memperkenalkan teknologi TV digital ke masyarakat. Namun dikatakannya, hingga saat ini, masih belum banyak masyarakat yang paham apa itu TV digital.

‘Saya berterimakasih kepada para wartawan yang sering sosialisasikan apa itu TV digital kepada masyarakat, sehingga masyarakat paham dan bisa menggunakan TV digital dengan benar,’ pungkasnya.

Lantas apa itu TV digital dan apa saja manfaatnya? Dalam beberapa kesempatan, Kementerian Kominfo RI melalui situs-situs resmi Kemenkomifo, rutin mengedukasi masyarakat tentang migrasi TV analog ke TV digital.

Staf Khusus Menteri Kominfo Rosarita Niken Widiastuti, misalnya, belum lama ini menjelaskan, saat ini salah satu tugas Kemenkominfo adalah mengedukasi masyarakat tentang TV digital, tepatnya migrasi dari TV analog ke TV digital.

Dikatakan, migrasi siaran TV analog ke TV digital tahap I telah dimulai bulan April 2022 lalu. Pemerintah melalui Kemenkominfo, menjadwalkan Indonesia sepenuhya menerapkan sistem siaran TV digital pada 2 November 2022 mendatang.

“Keuntungan pertama dari segi kualitas siaran, dimana siaran TV digital memiliki kualitas gambar yang bersih atau sangat jelas dan suara jernih. Kedua, masyarakat bisa mendapatkan banyak program siaran yang lebih berkualitas dan bermutu,” katanya.

Disebutkan, semua manfaat siaran TV digital tersebut dapat dinikmati dengan gratis, karena sifat siaran TV digital Free to Air (FTA).

“Siaran TV digital itu tidak berbayar alias gratis, sama dengan siaran TV analog, tapi siaran TV digital jelas lebih berkualitas,” ujar Niken.

Lebih lanjut dijelaskan, manfaat positif siaran TV digital yang lebih luas bagi masyarakat adalah terbukanya lapangan kerja baru di bidang industri pertelevisian. Pasalnya, Migrasi (peralihan) ke siaran TV digital mendorong tumbuhnya industri kreatif di masyarakat.

“Selain berpotensi menambah keragaman kepemilikan lembaga penyiaran, siaran TV digital juga menyerap tenaga kerja kreatif di bidang pembuatan konten siaran,” ucapnya.

Untuk diketahui, angka peralihan siaran TV Analog ke TV digital merupakan upaya Kemenkominfo RI dalam mendukung optimasi layanan telekomunikasi seluler, terutama kaitannya dengan pita frekuensi 700 MHz yang selama ini melulu digunakan untuk siaran TV analog, yang nantinya juga akan dimanfaatkan untuk kebutuhan broadband (jangkauan frekuensi yang luas).

Agar tetap dapat m enikmati siaran televisi, masyarakat diimbau untuk segera beralih ke TV digital yang tentunya memiliki kualitas lebih ketimbang siaran TV analog.

Lantas apa ciri-ciri TV digital yang bisa menerima siaran digital? Bagaimana cara membedakan TV digital dengan TV analog?

Salah satu cara mudah untuk melihat beda TV analog dan TV digital adalah dilihat dari bentuknya. Ciri-ciri TV digital salah satunya adalah tak lagi berbentuk “tabung”, kebanyakan TV digital justru mengusung desain bodi yang ramping dan tipis. Layar TV digital juga menggunakan teknologi layar Liquid-Crystal Display (LCD) atau Light-Emitting Diode (LED).

Namun demikian, meski pesawat televisi memiliki layar yang tipis namun belum tentu dapat dikategorikan sebagai TV digital, karena TV digital dibekali dengan fitur yang mendukung pencarian siaran digital (DTV). Artinya, pengguna dapat mencari dan menyaksikan siaran TV secara langsung.

Fitur DTV tidak dimiliki oleh TV LED dan LCD biasa. Karenanya, untuk TV yang belum memiliki fitur tersebut atau belum TV Digital, dibutuhkan set top box (STB) DVB-T2 tambahan untuk mengakses siaran TV digital. Teknologi inilah yang memungkinkan televisi untuk dapat mengakses siaran TV secara langsung tanpa harus menggunakan antena eksternal atau STB DVB-T2.

Selain dari segi bentuk, kualitas gambar dan audio yang dimiliki TV digital terbilang jauh lebih baik dibanding TV analog. Dilansir dari Kompas, TV digital dapat menampilkan kualitas gambar pada resolusi High Definition (HD) hingga 4K. Bahkan tak sedikit dari TV digital yang telah dilengkapi teknologi surround-sound.

Jadi, pengguna TV analog tidak lantas harus mengganti TV analognya dengan TV digital. Pengguna cukup melengkapi pesawat televisinya dengan STB DVB-T2, untuk menikmati siaran TV digital di Indonesia. STB merupakan sebuah alat yang dapat mengonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara, sehingga dapat ditampilkan di TV analog biasa. Pengguna yang telah menggunakan STB tidak lagi perlu mengganti TV analog yang dimiliki.

Program TV digital yang digagas Kemenkominfo, tampaknya mulai memasyarakat khususnya di Kota Denpasar.

Ketut Putri Satriani, salah seorang warga Desa Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Utara adalah satu diantara warga Denpasar yang telah menggunakan TV digital. ‘TV saya yang dulu rusak gambarnya. Trus dua bulan lalu saya beli TV baru. Ada teman saya sarankan sekalian aja beli TV digital, ya saya beli TV digital. Gambarnya memang ok kok. Pilihan siarannya chanelnya juga banyak,’ ujar ibu rumah tangga ini.

Dikatakan, menggunakan TV digital bisa membantu menjaga kesehatan mata anak-anaknya. Karena selama belum gunakan TV digital, anak-anaknya dan seisi rumahnya hanya menonton TV streaming atau youtube di HP. ‘Syukur sekarang ada TV digital sehingga saya tidak khawatir lagi anak-anak nonton di HP yang sangat rawan merusak mata,’ ujarnya. (TimSBN)

Sumber: poskota.co.id

#ASO #analogswitchoff #TVdigital #siarandigitalindonesia #ASO2022

Mungkin Anda Menyukai