Dwikora Putra: Pandu Kedepankan Jaga Bali dan Toleransi

Denpasar (Spotbalinews) –

Dalam rangka merekatkan tali silaturahmi, Paiketan Wartawan Hindu (Pandu) Provinsi Bali melakukan audiensi suka duka keumatan ke Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Bali.

Pengurus Pandu, diwakili IWG Sumida, Nyoman Sunaya, Ngurah Dibia, I Gede Adi Setiawan dan Wayan Irawan ini diterima Ketua PWI Bali IGMB Dwikora Putra didampingi Wakil Sekretaris Jhoni di Gedung PWI Bali Lumintang, Senin,( 27/12 2021).

Ketua PWI Bali IGMB Dwikora Putra menyambut baik dan mengapresiasi keberadaan Paiketan Wartawan Hindu yang akan menambah khazanah simpul-simpul dan sayap organisasi kewartawanan di Bali.

la lanjut mengingatkan jika AD dan ART Pandu sama dengan AD ART PWI maka Dwikora Putra menyarankan agar seorang wartawan menentukan pilihan pada satu organisasi wartawan, baik PWI, atau organisasi wartawan lain.

Sebagai Paiketan Wartawan Hindu lahir di Bali, dengan anggota baik wartawan dan wartawan yang langsung sebagai pemilik media, Dwikora Putra berharap agar kebijakan melalui pemberitaan di media masing-masing selalu mengedepankan keberpihakan kepada Bali dan tetap menjaga toleransi. Demikian juga keberpihakan kepada nasionalisme kebangsaan Indonesia secara luas.

Bagaimana wartawan Pandu ikut menjaga adat, tradisi, budaya Bali dengan nilai-nilai kearifan lokalnya yang membuat Bali begitu dikenal di manca negara. Menjaga keseimbangan dengan toleransi, saling menghormati, saling menolong dan menjaga keharmonisan hubungan sosial.

Dwikora Putra yang keseharian sebagai Pemred Warta Bali ini mengingatkan, wartawan dalam melakukan tugasnya selalu berpedoman pada kode etik jurnalistik. Tetap bersikap kritis sehingga karya jurnalistik dihasilkan bermanfaat bagi masyarakat Bali dan bangsa Indonesia.

“Sebagai pribadi saya yang kebetulan menjadi Ketua PWI tidak masalah dan berterimakasih sama teman-teman di Pandu didaulat menjadi Ketua Penasihat Pandu,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pandu IWG Sumida mengucapkan terimakasih kepada Ketua PWI Bali yang sudah menerima kehadiran Pandu yang pada 12 Desember 2021 berumur setahun dan bersedia secara pribadi sebagai penasehat Pandu. Pandu lahir, lanjut Sumida, atas inisiasi sejumlah wartawan Hindu di Bali, atas kesadaran yang sama bahwa perlu mengkonsolidasikan untuk membangun kualitas pers dan kehidupan wartawan Hindu yang lebih baik ke depannya.

“Selain itu, juga atas kesamaan keinginan ikut berpartisipasi untuk menjaga Bali, memajukan Bali yang berdasar pada adat, tradisi, budaya dan nilai-nilai kearifan lokal, nilai-nilai luhur masyarakat Hindu Bali, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun sumber daya manusianya,” ucap Sumida.(rls)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: