Hingga April 2026, Nasabah Emas di Pegadaian di Bali Naik 14,4 Persen

Pemimpin Kanwil VII Denpasar, Edy Purwanto (pegang mix) didampingi Kepala Departemen Bisnis Support Pegadaian Kanwil Denpasar, I Made Suasmarajaya (2 dari kanan), saat Media Gathering, Selasa (28/4/2026).

Denpasar, spotbalinews.com –

Sejak awal Januari hingga April tahun 2026, nasabah aktif di PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar yang membawahi wilayah Bali, NTB dan NTT terus mengalami pertumbuhan. “Hingga 26 April 2026, jumlah nasabah dan penjualan cicil emas terdapat kenaikan cukup tinggi. Khusus nasabah aktif di Bali mengalami kenaikan 14,4% atau 47.821 nasabah sementara penjualan emas 112,22% atau 172 Kg. Dari target, kita sudah melampaui,” ujar Pemimpin Kanwil VII Denpasar, Edy Purwanto, didampingi Kepala Departemen Bisnis Support Pegadaian Kanwil Denpasar, I Made Suasmarajaya, pada ‘Media Gathering’ PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar, di Selasa (28/4/2026).

Lanjutnya, posisi dari Januari hingga 26 April 2026 untuk penjualan cicil emas total di Bali, NTB dan NTT mencapai 334,9 Kg dengan 121.303 nasabah.

Melesatnya kenaikan jumlah nasabah dan penjualan emas, menurut Edy Purwanto juga terjadi di NTB dan NTT. “Meski tak sebesar Bali, namun kontribusi penjualan emas di NTB mencapai 99,7 Kg dengan nasabah 42.002 orang dan NTT 63,2 Kg dengan 31.480 nasabah,” jelasnya.

Untuk jumlah uang pinjaman (kredit) di 2025 sebesar Rp 12,6 triliun dan di Januari-April 2026 sudah terealisasi sebesar Rp 15,4 triliun dengan 1,4 juta nasabah. “Dari angka tersebut, produk yang paling dominan adalah produk Gadai sebesar 81,4%, sisanya produk Mikro (UMKM) dan Tabungan Emas, dari performa kinerjatersebut, Kanwil VII Denpasar berada di posisi 5 besar secara nasional,” imbuhnya.

Katanya, kinerja ini patut dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi. Edy Purwanto juga menyebutkan jika Pegadaian Kanwil VII Denpasar pada 3 Mei mendatang bakal menyerahkan CSR (Corporate Social Responsibility-Tanggung Jawab Sosial Perusahaan) ke panti asuhan dan pelepasliaran tukik di Jembrana.

“Selain mengejar target keuntungan, kita juga memiliki tanggung jawab sosial yang merupakan bagian dari bisnis kita. Tanggal 3 Mei 2026, tepatnya hari Minggu mendatang, rencananya kita akan ke panti asuhan dan sekaligus melepasliarkan tukik di Kabupaten Jembrana,” tandas Edy Purwanto. (Sbn)

Mungkin Anda Menyukai