Teliti Penggunaan Terapi IKP dan tanpa IKP, Antarkan I Made Junior Rina Artha Raih Gelar Doktor di FK Unud

Denpasar (Spotbalinews) –
Bertempat di ruang Prof. dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah, telah berlangsung ujian Promosi Doktor yang dilaksanakan secara hybrid atas nama  dr. I Made Junior Rina Artha, Sp.JP dengan judul disertasi “Tindakan Intervensi Koroner Perkutan (IKP) Menurunkan Kadar Matrix Metaloproteinase 9 (MMP-9), Soluble Supression of Tumorigenicity 2 (sST2), N-Terminal Pro B-Type Natriuretic Peptides (NT PRO BNP), dan Memperbaiki Kualitas Angina pada Pasien Obstruksi Total Kronik (OTK) Pembuluh Darah Koroner.”

Oklusi total kronik (OTK)  atau chronic total occlusion(CTO) adalah gambaran angiografik oklusi total tanpa aliran darah yang diperkirakan sudah berlangsung sedikitnya 3 bulan, serta pendekatan penggunaan terapi intervensi koroner perkutan (IKP) dan tanpa IKP masih kontroversi dalam hal luaran klinis kejadian kardiovaskuler mayor dan kualitas hidup antara penggunaan terapi IKP dan tanpa IKP. Penelitian ini berusaha memberikan gambaran terhadap kriteria molekular pada kadar MMP-9, sST2, dan NT-pro BNP sebagai penanda remodeling, inflamasi, dan aterosklerotik serta perubahan kualitas hidup komponen angina pada pasien dengan OTK yang menjalani prosedur IKP dibandingkan dengan tanpa IKP.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa IKP menurunkan kadar MMP-9 serum menurunkan kadar sST2 serum, dan menurunkan kadar NT-Pro BNP serum. Kadar MMP-9 lebih rendah pada kelompok yang menjalani IKP dibandingkan dengan tanpa IKP, begitu pula kadar sST2 dan NT pro BNP serta terdapat adanya perbaikan kualitas hidup komponen angina lebih baik pada kelompok IKP dibandingkan dengan tanpa IKP. Penelitian ini membuktikan bahwa tindakan IKP mampu memberikan perubahan pada tingkat molekuler, yaitu menurunkan kadar MMP-9, NT-pro BNP, dan sST2, serta memberikan perbaikan kualitas hidup komponen angina pada pasien OTK dibandingkan dengan tanpa IKP.

Perkembangan ilmu baru (novelty) dari penelitian ini adalah memberikan sebuah pemahaman akan dampak prosedur IKP pada level seluler yang ditandai dengan adanya perubahan biomarker (MMP-9, sST2, dan NT-pro BNP) serta perbaikan kualitas hidup komponen angina. Penelitian ini berusaha memberikan konfirmasi terkait kontroversi pendekatan terapi pada pasien OTK yang menjalani IKP ataupun tanpa IKP, dan memantapkan untuk memilih terapi IKP pada kasus-kasus OTK.

Ujian terbuka kali ini dipimpin langsung Dekan FK Unud, Dr. dr. Komang Januartha Putra Pinatih, M.Kes dengan tim penguji Prof. Dr. dr. I Wayan Wita, Sp.JP (K) (Promotor), Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM (Kopromotor I), Prof. Dr. Ir. Ida Bagus Putra Manuaba, M.Phil (Kopromotor II), Prof. Dr. dr. J . Alex Pangkahila, M.Sc., Sp.And (KSAAM) AIFO-K, Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes, Prof. drh. I Nyoman Mantik Astawa, Ph.D, Prof. Dr. dr. I Wayan Putu Sutirta Yasa, M.Si, Prof. dr. Mohammad Saifur Rohman, Sp.JP(K), Ph.D, Prof. Dr. dr. A.A.Wiradewi Lestari, S.Ked., Sp.PK(K), Prof. dr. I Made Ady Wirawan, S.Ked, MPH., Ph.D.

Undangan akademik adalah Dr.rer.nat. dr. Ni Nyoman Ayu Dewi, M.Si, dr. Ni Nengah Dwi Fatmawati, S.Ked., Sp.MK(K)., Ph.D, Dr. dr. I Wayan Eka Sutyawan, Sp.M, Dr. dr. Made Lely Rahayu, Sp.THT.KL(K)., FICS, Dr. dr. I Made Pande Dwipayana, Sp.PD-KEMD, FINASIM.

Pada ujian kali ini Dr. dr. I Made Junior Rina Artha, Sp.JP dinyatakan lulus sebagai lulusan ke-335 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat Sangat Memuaskan. (Ist)

Sumber : www.unud.ac.id

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: