FPar Unud gelar Pelatihan kepada 12 Desa Wisata di Manggarai Timur

Manggarai Timur, Spotbalinewscom-
Fakultas Pariwisata Unud terus memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak. Terbaru, Fakultas Pariwisata Unud mengutus dua orang dosen, yakni I Gede Gian Saputra, S.Par., M.Par dan Dr. I Made Bayu Ariwangsa, SS., M.Par., M.Rech ke Pulau Flores untuk berbagi ilmu dalam kegiatan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata di Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (23/05/2022) hingga Rabu (25/05/2022).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 55 peserta yang berasal sari 12 Desa Wisata yang ada di Kabupaten Manggarai Timur. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai Timur, Albertus Rangkak, SE. Dalam keterangannya, Albertus menyebutkan pelibatan akademisi Fakultas Pariwisata Unud dalam kegiatan pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama yang telah dijalin antara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur dengan Fakultas Pariwisata Unud.

I Gede Gian Saputra, S.Par., M.Par menjelaskan, tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan kualitas SDM dalam mengelola desa wisata dan membantu memecahkan permasalah desa melalui kolaborasi yang berkelanjutan.

“Kita minta mereka berdiskusi untuk mengindentifikasi apa potensi mereka, masalah yang dihadapi dan solusi apa yang sudah dan sedang dikerjakan. Mereka kan sebenarnya yang paling tahu masalah mereka dan barangkali juga solusi yang bagus untuk itu. Tapi kami menemukan bahwa yang belum optimal itu adalah koordinasi dan komunikasi. Nah, itu yang kita kerjakan, agar mereka ini bisa berkoordinasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan dalam sistem itu”, jelas Gian.

Gian menyoroti potensi pariwisata Manggarai Timur yang menurutnya berpeluang untuk dikembangkan. “Potensi Manggarai Timur kan luar biasa. Topografinya beragam, ada gunung, bukit dan danau. Jadi selain memberikan pemahaman dasar kepariwisataan, kami juga melihat ada kemungkinan untuk dikembangkan atraksi wisata dengan konsep adventure yang bagus untuk digarap kedepannya”, tambahnya.

Namun Gian menggarisbawahi beberapa pekerjaan rumah yang perlu dibereskan untuk mengembangkan desa-desa wisata ini. “Kendala utama adalah komunikasi. Susah dapat sinyal. Kemudian aksesibilitas. Tapi ini sebenarnya sudah lumayanlah. Tinggal ditingkatkan kualitasnya. Sinyal itu tadi yang paling penting. Karena sekarangkan kita belajar digital, bagaimana caranya digital kalau sinyal tidak ada”, keluhnya.

Selain tim narasumber di Flores, akademisi Fakultas Pariwisata unud lainnya yang juga menjadi narasumber kegiatan serupa adalah Dr. I Nyoman Sukma Arida, M.Si. Sukma Arida menjadi narasumber dalam Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar, dengan waktu yang juga bersamaan dengan kegiatan tim di Flores yakni pada hari Senin (23/05/2022).(Sbn)
Sumber : www.unud.ac.id

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: