
Denpasar, Spotbalinews.com–
Sanur, selain dikenal dengan wilayah turis tertua di pulau Bali bahkan di Indonesia, tmSanur juga dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan seni rupa di Bali yang penting.
Para seniman Sanur mampu mengembangkan kekhasannya dengan menyerap berbagai corak seni lukis disekitarnya, terutama pengaruh dari pergerakan seni lukis di Ubud dan sekitarnya. Seperti dari Pita Mahapada era 1930-an. Corak seni lukis khasinilah yang kemudian dikenal sebagai “Mahzab Sanur” atau “Sanur School” yang menonjolkan tema-tema fauna, dunia bahari dana deganerotis. Hal itu diungkapkan perupa IB Putu Sutama, pada acara jumpa pers Soul Of Sanur, Kamis (06/10/2022) di Galery Santrian, Sanur.
Lanjutnya, letak geografisnya menjadikan Sanur secara historis, politik, ekonomi dan budaya menjadi penting karena menjadi pintu masuk pasukan Belanda yang mengakibatkan perang puputan Badung di awal abad 20, lalu dijadikan wilayah turisme oleh pemerintah kolonial, dan kemudian di era setelah kemerdekaan, Presiden Sukarno mendirikan hotel modem pertama di Bali.
Sanur sejak awalbsudahbdidatangi oleh para seniman asing yang terpengaruh suasana dan kemudian menetap, seperti Le Mayeur de Merpres(1880 — 1958) asal Belgia yang kemudian memiliki museum lukisan dengan Namanya.

Sempat juga pelukis Donald Fiend asal Australia yang membangun studio dan rumah pada pertengahan 1960an.Tetapi yang paling signifikan adalah dua saudara asa Jerman yang mempunyai usaha akuarium ikan tropis, Hans dan Rolf Neuhaus (dikenaldengan Tuan Be) yang bertemandengan Walter Spies , didekat pantai Shindu.
“Mereka berperan sebagai marketing ratusan hasilkarya-karya para seniman Sanur dan sekitarnya, seperti karya I Made Pica (1915-1946), dan Ida Bagus Nyoman Rai Tengkeng (1915 — 2000),” jelasnya.
Menurut catatan Adrian Vicker , jumlah anggota Sanur School pada ketika itu kurang lebih 60 seniman, antara lain Ida Bagus Nyoman RaiGeria (1901-82), I Made Pica, IB Nyoman Rai Tengkeng atau Klingking, | Sukarya (1922 — 88), | Gusti Putu Rundu (1918-93), Ida BagusSondag (? – 1937) , Ida BagusPugug (19192006), ida BagusKetutSunia (190690)dan lainnya. Mereka kebanyakan dari keluarga Brahmana. “Para pelukis Sanur tersebut umumnya mempunyai kecenderungan bermain, punya dorongan kuat bereksperimentasi dalam warna, komposisi, penggunaanstilasi untuk mengisi keseluruhan bidang gambar atau mengosongkannya untuk menciptakan pemandangan pantai Sanur yang sangat berbeda,” katanya.
Perupa HPS 7 Oktober 2022 di Griya Santrian Sanur adalah Donik Dangin, Ida Bagus Ariana, Ida Bagus Putu Gede Sutama, Ida BagusRai Janardana, Ida BagusMayun ida Bagus Putu Purwa, I Nyoman Sani, I Made ‘Dollar’ Astawa, I Made Sudibia, I Wayan Paramarta, Kadek Dwi Armika, Teja Astawa, dan Wayan Apel Hendrawan.

IB Putu Sutama menambahkan, pada dasarnya kehidupan masyarakat Sanur dan Bali pada umumnya lekat dengan kesenian secara ritual-tradisi.
Pada pameran HPS kali ini, seniman yang terlibat sebanyak 14 seniman dan sebanyak 56 karya 3 dimensi dan 4 dimensi.
Katanya, ada banyak perbedaan namun juga sekaligus benangmerah.
Perbedaanutamaadalahpenggunaanistilahsingkatanhimpunan “Pelukis” Sanur, menjadi “Perupa” Sanur. Hal ini menandaiperubahanparadigmadalammemahamipraktekseni yang dahuluselaludidominasisenilukis, yang dalamperkembangannyasekarangbanyakterpengaruh dunia luardandinamikasenirupainternasional/ global. Interaksi yang intensdalamkehidupanmasyarakat Sanursekarang. Dengandisertakankaryakaryapatungdaninstalasisepertikaryadaril.B Putu GedeSutamayang menampilkanduapatungdenganbahankayuberasaldaridayungdanalatpertaniandankemudika paljukung yangmengasosiasikankepadabentukbinatangTikusdanCapung, yang penuhsimbolik. SedangkanperupaDonikDanginmenghadirkanperahujukungutuhdenganbadan yang dipenuhilukisansehinggamemberikanmaknaartistik yang barupadaperahutersebut. BerbedadenganKadekDwiArmika yang menampilkaninstalasilayang-layang, dibuatdenganbentuk — bentukstrukturarsitektural, Suatuperpaduanharmonisantarasenidanteknik.
Dalam medium lukisan , Ida Bagus Putu PurwamenampilkanberbagaifragmenkehidupankeseharianpesisirpantaiSanur saatinidengankhasdisetiapkanvasnya, termasukelemenbinatanglaut, turis, penyelam, perahudansebagainya. Sedangkanl Nyoman Sanimenampilkanlukisandariabstraksiyang berasaldariolahanbentukkerangdengangaris-garisritmisyang imajinatif. | Made’Dollar’Astawalukisan-lukisannyadiawalidengan “ketidak-sengajaan” menciptakanpola-polaabstrakdarisampahplastikyang hinggapdiataskanvasnya, yang kemudianditimpalicipratan-cipratan cat yang enerjik.
Berbedadengankarya — karyal.B Rai Janardanamenampilkankeseharianpantaiataulalu – lintasdijalanraya Sanur yang terusberkembangdansemakinsesakdengankendaraanbermotor , merekamdinamikasosial -ekonomi secararealis. (TimSBN)

