Maret 2023, Kinerja Industri Jasa Keuangan Bali Stabil dan Tumbuh positif

Denpasar, Spotbalinews.com-

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara menilai kinerja Industri Jasa Keuangan di Provinsi Bali posisi Maret 2023 tetap terjaga, tercermin dari fungsi intermediasi berjalan baik. Likuiditas dan permodalan perbankan berada pada level yang memadai, rasio Loan at Risk (LaR) terus mengalami penurunan.

Adapun kecukupan modal BPR yang tercermin pada rasio CAR BPR terjaga di atas threshold.Hal tersebut diungkapkan secara tertulis Kepala OJK Regional Bali dan Nusa Tenggara Kristrianti Puji Rahayu kepada sejumlah media, Selasa (9/5/2023). “kinerja Industri Jasa Keuangan di Provinsi Bali posisi Maret 2023 tetap terjaga. Ini tercermin dari fungsi intermediasi berjalan baik,” ujarnya.Stabilitas sektor jasa keuangan di Provinsi Bali mendukung indikator perekonomian Provinsi Bali yang menunjukkan pertumbuhan 6,04% yoy di triwulan I 2023, walaupunsedikit menurun dibandingkan triwulan sebelumnya, namun meningkat dibandingkan triwulan sama tahun 2022 yang tumbuh 1,48% yoy. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali triwulan I 2023 lebih tinggi dibandingkan nasional yang sebesar 5,03% yoy dan menempati urutan tertinggi ke-6 secara nasional.

Di sisi lain, inflasi posisi Maret 2023 Provinsi Bali yang diwakili oleh Kota Denpasar dan Singaraja sebesar 5,46% yoy menurun dibandingkan Februari 2023 yang sebesar 6,35% yoy, namun masih lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi nasional sebesar 4,97% yoy.Data sektor perbankan menunjukkan adanya pertumbuhan pada penyaluran kreditmaupun penghimpunan DPK perbankan di Bali. Penyaluran kredit mencapai Rp99,62triliun atau tumbuh 3,46% yoy lebih tinggi dibandingkan posisi yang sama tahunsebelumnya yang sebesar 2,85% yoy. Pertumbuhan kredit Maret 2023 juga lebih tinggi dibandingkan posisi Februari 2023 yang sebesar 3,13% yoy.

Pertumbuhan kredit Bank Umum di Bali sebesar 3,42% yoy, sedangkan BPR mencapai 3,74% yoy.Berdasarkan jenis penggunaannya, ujarnya, pertumbuhan kredit didorong oleh peningkatan kredit Modal Kerja dan Investasi. Berdasarkan sektornya, pertumbuhan kredit disumbangkan oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan. Peningkatan penyaluran kredit ini seiring dengan kebijakan pelonggaran aktivitas masyarakat dan meningkatnya aktifitas pariwisata serta pendukung pariwisata di Bali.

Sementara itu penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp146,38 triliunatau tumbuh double digit yaitu 22,86% yoy tumbuh lebih tinggi dibandingkan posisiyang sama tahun sebelumnya sebesar 6,77% yoy. Namun, pertumbuhan DPK Maret2023 sedikit lebih rendah dibandingkan posisi Februari 2023 yang tumbuh sebesar23,58% yoy. Berdasarkan Kelompok Bank Modal Inti (KBMI), peningkatan DPK secarayoy didorong oleh kelompok bank pada KBMI 4. Di samping itu, berdasarkan jenisnya,peningkatan DPK ditopang oleh kenaikan Tabungan dan Giro.Fungsi intermediasi posisi Maret 2023 sedikit turun dibandingkan dengan bulansebelumnya, tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) turun dari 68,68% menjadi68,06%.

Hal tersebut disebabkan pertumbuhan kredit lebih rendah dibandingkandengan pertumbuhan DPK. Kondisi pandemi Covid-19 masih berdampak bagiperekonomian Bali dan memberikan scarring effect.Restrukturisasi kredit terdampak covid-19 di Bali (berdasarkan lokasi proyek) terusmelandai dari Rp45,80 triliun posisi Desember 2020 menjadi Rp28,90 triliun atauturun sebesar 36,89% posisi Maret 2023 (Februari 2023: Rp29,96 Triliun). Berdasarkansektor ekonomi, restrukturisasi kredit covid-19 di Provinsi Bali didominasi oleh sektorPenyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum (porsi 40,09%), sektorPerdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor (porsi23,82%), dan sektor Rumah Tangga (porsi 15,22%). (Rls)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.