
MANGUPURA, spotbalinews.com –
Scholars of Sustenance (SOS), organisasi penyelamatan pangan independen terdepan di Asia Tenggara, menyelenggarakan Zero Summit 2026 pada Jumat, 19 Juni 2026, di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, yang mendukung acara ini sebagai Official Venue Partner.
Dalam kesempatan tersebut, SOS secara resmi mengumumkan tonggak penting dalam perkembangan organisasinya melalui sertifikasi keanggotaan resmi pada The Global FoodBankingNetwork (GFN), yang telah berlaku efektif sejak 6 Mei 2026.
Menurut CEO Founder SOS, Bo H. Holmgreen, didampingi Country manager of sos indonesia, vivian ikdayah, acara bersejarah ini juga menjadi momentum perayaan satu dekade perjalanan SOS dalam menciptakan dampak lingkungan dan kemanusiaan yang signifikan di kawasan Asia Tenggara, dengan pencapaian kumulatif 96 juta porsi makanan yang telah didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan sejak organisasi ini didirikan. “Kita tidak mengalami kekurangan pangan di dunia ini, setiap hari kita memproduksi cukupmakanan untuk memberi makan lebih dari 10 miliar orang,” ujarnya.
Namun, hampir satu miliar orang masihtidur dalam keadaan lapar karena kesenjangan distribusi yang sangat besar,” ujar Bo H. Holmgreen, Founder Scholars of Sustenance.Ia mengatakan memberikan makanan kepada jutaan orang merupakan dampak positif yang luar biasa, SOS pada dasarnya adalah organisasi lingkungan yang berfokus menyelamatkan bumi dari emisi berbahaya yang dihasilkan oleh sampah makanan di tempat pembuanganKami hadir untuk mengatasi tantangan operasional dalam memindahkan surplus pangan komersial dan membuktikan komitmen terhadap keberlanjutandengan mengubah limbah menjadi solusi iklim yang nyata dan terukur.
Mengusung tema “Collaborate for Zero Hunger: Turning Surplus Into Impact”, acara ini bertujuanmerayakan dampak kolektif yang telah tercipta, mendorong diskusi yang bermakna, sertamemperkuat kolaborasi dalam mengatasi tantangan ketahanan pangan dan keberlanjutan di Indonesia. “Melalui platform kolaboratif Zero Summit, SOS kami berharap dapat menggerakkan lebih banyak pihak untuk terlibat dalam upaya menciptakan dampak positif, di mana publikasi dan pemberitaan yang inspiratif dapat memicu inovasi baru di industri pangan serta mempererat sinergi antara berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan dunia tanpa kelaparan,” jelasnya.

Acara ini mempertemukan para pemimpin perubahan, pegiat keberlanjutan, organisasimasyarakat sipil, serta mitra korporasi strategis yang selama ini berperan penting dalam upayapenyelamatan dan redistribusi pangan surplus berkualitas.Dalam capaian regional tersebut, rekam jejak nyata SOS Indonesia memegang peran krusialsebagai motor penggerak di tingkat lokal dalam mengakselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sepanjang periode 2017 hingga Desember 2025, SOS Indonesia berhasil menyelamatkan 1.900 ton pangan surplus.
Upaya ini berdampak langsung pada pemberdayaan komunitas rentan melalui penyaluran 8 juta porsi makanan bergizi, sebuah langkah nyata untuk mewujudkan SDG 2 (Tanpa Kelaparan). Didorong oleh jaringan kolaboratif yang melibatkan lebih dari 200 mitra berdedikasi di sektor perhotelan, ritel, danmanufaktur (SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), komitmen bersama terhadap pola konsumsi berkelanjutan (SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) ini mampu mencegah pelepasan 4,8 juta kilogram emisi setara CO2 dari tempat pembuangan akhir.
Gerakan kolektif ini menyajikan sebuah cetak biru yang kokoh bagi aksi iklim berbasis lokal sekaligus perwujudan kesetaraan pangan bagi masyarakat.Rangkaian acara utama akan menghadirkan diskusi panel inspiratif, sesi berbagi praktik terbaik dan dampak nyata di lapangan, serta kesempatan networking yang dirancang untuk memperkuatkemitraan lintas sektor. Salah satu momen istimewa dalam acara ini adalah penampilan talenta dari anak-anak penerima manfaat SOS di Bali, yang memberikan gambaran nyata mengenai dampak langsung dari pemerataan akses pangan terhadap kehidupan mereka. Acara ditutup dengan sesi apresiasi dan pemberian penghargaan kepada para mitra dan donor pangan yang telah menjadi penggerak utama pembangunan berkelanjutan di kawasan ini.(Sbn)

