Bali Interfood 2025 akan Digelar 10–12 September di Nusa Dua

Acara jumpa pers Bali Interfood 2025 di Bali Tourism Board, Denpasar, Senin (25/8/2025) siang.

Denpasar, spotbalinews.com-

Ajang pameran makanan dan minuman berskala internasional akan kembali hadir di Pulau Dewata. Bali Interfood Expo 2025, pameran internasional ke-6 tentang makanan dan minuman, bahan kue, peralatan horeka dan baking, teknologi, serta layanan, siap berlangsung pada 10–12 September 2025 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Badung, Bali.

Pameran yang diselenggarakan oleh Krista Exhibitions ini menjadi salah satu rangkaian roadshow pameran Interfood di berbagai kota besar di Indonesia. “Pameran Bali Interfood Expo 2025 ini merupakan rangkaian event di berbagai kota. Puncaknya nanti akan berlangsung pada bulan November 2025 di Jakarta,” kata Daud D. Salim, CEO Krista Exhibitions, saat jumpa pers di Bali Tourism Board, Denpasar, Senin (25/8/2025) siang.

Hadir dalam acara jumpa pers, antara lain Budi Wibowo, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I); Ida Bagus Agung Partha Adnyana, Ketua Bali Tourism Board; serta Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si., Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badan Pimpinan Daerah Provinsi Bali.

Lanjutnya, pertumbuhan ekonomi Bali pada 2025 tetap menunjukkan performa yang solid, dengan sektor akomodasi serta makanan dan minuman menjadi tulang punggung utama kontribusi terhadap perekonomian regional. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, perekonomian Bali pada Triwulan I 2025 tumbuh tinggi sebesar 5,52% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat 5,19% (yoy).

“Pertumbuhan ini juga melampaui capaian nasional yang hanya tumbuh sebesar 4,87% (yoy). Kondisi ini menegaskan bahwa sektor pariwisata dan kuliner memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja ekonomi Bali,” jelasnya.

Sejalan dengan momentum positif tersebut, Bali kembali menjadi tuan rumah pameran makanan dan minuman berskala internasional, Bali Interfood 2025, yang akan digelar untuk keenam kalinya di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, pada 10–12 September 2025. Pameran ini menghadirkan beragam produk dan inovasi internasional di sektor makanan & minuman, bahan kue, peralatan horeca & baking, serta teknologi dan layanan pendukung. Pameran ini juga akan berlangsung bersamaan dengan Bali Hotel & Tourism, Bali Coffee Expo, Bali Wine & Spirit, dan Bakery Indonesia Expo 2025. Tidak hanya itu, pameran ini turut menampilkan teknologi terbaru di bidang makanan, minuman, kopi, teh, wine, bakery, horeca, jasa boga, bahan baku, peralatan, hingga teknologi pengolahan dan pengemasan.

Sementara itu, Adhi S. Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), turut memberikan sambutan melalui siaran daring. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi industri kuliner, pariwisata, dan perhotelan dalam mengangkat potensi Bali dan Indonesia di mata internasional.

Oleh karena itu, Bali Interfood 2025 hadir bukan hanya sebagai pameran dagang, tetapi juga sebagai ajang untuk mengangkat potensi kuliner Nusantara, termasuk kuliner khas Bali, agar semakin dikenal luas oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Pameran ini diharapkan dapat menjadi etalase bagi ragam kuliner Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan pariwisata dan membuka peluang bisnis baru di sektor makanan dan minuman.

Daud D. Salim, menyampaikan bahwa Bali Interfood kembali digelar dengan menghadirkan 110 peserta, termasuk 40 UMKM dari 17 negara, di antaranya Belgium, China, Germany, Hongkong, Indonesia, Italy, Malaysia, Philippines, Singapore, South Korea, Spain, Spain, Switzerland, Thailand, UK, USA, dan Vietnam,serta menargetkan kehadiran 15.000 pengunjung. Pameran ini bertujuan membuka berbagai peluang bisnis bagi seluruh peserta untuk mempromosikan produk, menjalin kerja sama, sekaligus memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menemukan beragam inovasi baru dalam industri makanan dan minuman.

“Kehadiran Bali Interfood 2025 merupakan bagian dari rangkaian pameran makanan dan minuman yang digelar Krista Exhibitions di tiga kota besar di Indonesia, yaitu Surabaya melalui East Food Indonesia, Bali dengan Bali Interfood, dan puncaknya pada 12–15 November 2025 di JIExpo Kemayoran Jakarta dengan tema SIAL (Salon International de l’Alimentation) Interfood yang diikuti lebih dari 1.200 peserta pameran dari 25 negara. Selain itu, akan ditampilkan berbagai macam teknologi terkini yang bermanfaat dalam industri pengolahan makanan dan minuman.

Kami mengundang para pelaku industri, pengusaha, profesional, hingga masyarakat umum untuk hadir dan menjadi bagian dari Bali Interfood 2025.Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk berinspirasi dan berkembang bersama di Bali Interfood 2025,” ungkap Daud D Salim

Sebagai bagian dari rangkaian Bali Interfood 2025, kegiatan Business Matching akan menjadi ajang pertemuan strategis antara peserta pameran dengan buyer, distributor, dan investor, membuka peluang kerjasama baru sekaligus memperluas jaringan usaha di sektor makanan, minuman, dan horeka. Pameran ini juga menghadirkan beragam program inspiratif, mulai dari Cooking Demo Catcher Gourmet bertema “Catcher Gourmet – Flavor Forum”, Cooking Demo Pabrik Powder “Dialogue in a Cup of Tea”, hingga talkshow dan edukasi sustainability practices dari Cocoa Sustainability Partnership (CSP), serta berbagai acara menarik lainnya.

Kesuksesan penyelenggaraan Bali Interfood 2025 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Perdagangan RI, serta Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dukungan juga datang dari organisasi dan asosiasi industri seperti Bali Tourism Board, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), Indonesian Packaging Federation (IPF), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (APKRINDO), Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), Asosiasi Purchasing Hotel Indonesia (APHI), Cocoa Sustainability Partnership (CSP), Bali Restaurant Café Association (BRCA), dan masih banyak lagi. (Sbn)

Mungkin Anda Menyukai